Sengketa Pilkada Batubara | Sejumlah Pejabat Terlibat Menangkan Incumbent

logobareskrimJAKARTA | Tim Kuasa Hukum pasangan Cabup/Cawabup Batubara nomor 5, Ir Zahir MAP dan Suriono ST MSi mengungkapkan dugaan kecurangan Pilkada Batubara pada 19 September 2013.

Ikhwaluddin Simatupang SH MHum selaku Tim Kuasa Cabup/Cawabup Batubara Zahir – Suriono mengatakan, fakta-fakta hukum kecurangan terbagi pada tiga fase, yaitu sebelum, saat dan setelah pemungutan suara.

Kecurangan diawali dengan ketidakterpenuhan syarat administrasi bagi pasangan calon OK Arya-Harry Noegroho sebagai calon dari jalur perseorangan, kemudian keberpihakan oknum Ketua KPU Batu Bara Khairil Anwar dan jajaran KPU sampai KPPS kepada pasangan calon petahana/incumbent OK Arya-Harry Noegroho, serta kecurangan calon incumbent sendiri dengan menggunakan aparat Pemkab Batu Bara untuk upaya memenangkannya pada Pilkada tersebut.

Sejumlah nama pejabat Pemkab Batu Bara juga disebut-sebut terlibat dalam kecurangan tersebut seperti Kepala Inspektorat Syuhada yang tertangkap memiliki KTP ganda Kota Medan dan Batu Bara, Kadisdik Drs Darwis, Camat Sei Suka Miarsih.

Selain itu ada politik uang, kecurangan dalam penghitungan suara di PPS, penyimpanan kotak surat suara di rumah warga secara melanggar ketentuan, perusakan segel kotak surat suara, keterlibatan oknum anggota KPU Batu Bara Drs Azhar Tanjung dalam pelipatan surat suara yang menguntungkan calon incumbent, terjadinya intimidasi dan ancaman dari calon incumbent yang saat ini menjabat sebagai Bupati Batu Bara kepada jajaran bawahannya dan sebagainya.

Dalam gugatan tersebut juga disampaikan fakta-fakta yang menunjukkan indikasi keberpihakan Ketua KPU Khairil Anwar kepada calon incumbent OK Arya Zulkarnain karena dia juga merupakan pengacara Pemkab Batu Bara, serta pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Batu Bara yang dananya bersumber dari anggaran pemerintah.

Tim Kuasa Hukum Zahir-Suriono juga menyebutkan rekayasa yang dilakukan KPU Batu Bara melalui Panitia Pemungutan Suara dengan cara membuka kotak suara TPS di luar jadwal rekapitulasi suara yang telah ditentukan.

Pembukaan Kotak Suara yang didahului dengan menyimpan kotak suara di rumah Panitia Pemungutan Suara (bukan di kantor PPS) terjadi di Kecamatan Lima Puluh 15 Kotak Suara TPS Desa Perupuk, Kecamatan Medang Deras 5 Kotak Suara TPS Desa Pakam Raya Selatan, Kecamatan Sei Suka Kotak Suara TPS Desa Kuala Indah, Kotak Suara TPS Desa Pematang Kuing, Kotak Suara TPS Desa Sei Suka Deras, Kotak Suara TPS Desa Kandangan, serta di Kecamatan Tanjung Tiram Kotak Suara TPS Desa Lalang dan Kotak Suara TPS Desa Pematang Rambe.

Dengan penguraian fakta-fakta kecurangan dan pelanggarna tersebut, Tim Kuasa Hukum Zahir-Suriono menegaskan bahwa tidak dapat dibantahkan oleh Termohon beserta jajarannya dan Pasangan Nomor Urut 6, mengenai telah terjadi berbagai pelanggaran Pemilukada yang bersifat sistematis, terstruktur dan massif dalam Pemilukada Kabupaten Batu Bara yang menyebabkan penambahan perolehan suara Pasangan Nomor Urut 6 dan pengurangan perolehan suara Pasangan Nomor Urut 5 (Zahir-Suriono).

Menurut Tim Kuasa Hukum Zahir-Suriono, apabila tidak terjadi pelanggaran tersebut, perolehan suara Pasangan Nomor Urut 5 Zahir-Suriono adalah 73.732 (40,96%) dan Pasangan Nomor Urut 6 OK Arya-Harry hanya 55.063 (30,60 %). Sehingga dengan demikian Pasangan Nomor Urut 5 Zahir-Suriono merupakan pemenang Pemilukada Batu Bara 2013.

Majelis Hakim MK menunda sidang hingga Jumat (18/10/2013), untuk memberikan kesempatan kepada pihak termohon KPU Batu Bara dan pihak terkait Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati OK Arya-Harry melalui kuasa hukum masing-masing menyampaikan jawaban, serta mengagendakan keterangan dari saksi-saksi pemohon. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *