Benjamin Joseph Mitai Dirut Baru Toba Pulp

direksi TPL
Dirut Baru TPL Benjamin Joseph Mitai (tengah) diapit para Komisaris dan Direksi (Anwar Lawden, Shin Min Tjhi, Leonard Hutabarat, Benjamin Joseph Mitai, Roli Arifin, Juanda Panjaitan, Sabam Leo Batubara, Lundu Panjaitan).

logobareskrimMEDAN | TobaPulp, industri pulp di Parmaksian, Tobasamosir, menetapkan Direktur Utama baru dalam RUPS LB yang dipimpin Komisaris Utama Roli Arifin di Medan, Kamis (31/10/2013). Benjamin Joseph Mitai, 61, mengantikan pejabat lama Subash Chander Paruthi, 63, engeneer senior asal India, yang mengundurkan diri, Juli lalu.

Dirut baru PT Toba Pulp Lestari,Tbk itu, adalah profesional senior bidang kehutanan asal Rotorua, Selandia Baru. Ia penduduk asli dari suku Maori. Ia lulusan Industrial Engeneering di Central Institute of Technology di Wellington, serta alumi Executive Management di NZ Administrative Staff College di Masterton.

“Pak Ben” –demikian panggilan akrab Benjamin– berpengalaman menangani kehutanan di beberapa negara. Selama 16 tahun sejak 1970, misalnya, ia menjadi logging superintendent di hutan Tasman di Marupara, Selandia Baru, sebelum menjabat manajer wood suplly di sebuah industri kehutanan di Lautoka, Fiji.

Selanjutnya, 1991 Ben memulai pengalaman kerjanya di Indonesia, negeri yang dalam dunia kehutanan sangat terkenal karena iklimnya tropis, yakni di TobaPulp di Porsea (belakangan sebagian wilayah kecamatan ini menjadi Parmaksian karena pemekaran). Itu sebabnya kehadiran kembali Ben sebagai Dirut, 2013, bukan lagi sebagai “orang baru.”

Di Porsea-lah Ben mulai mengasah bahasa Indonesia-nya hingga fasih, sebelum menangani proyek kehutanan sebagai manajer operasi di perusahaan Indonesia di Kalimantan selama 6 tahun hingga 2003. Ia kemudian kembali ke Selandia Baru hingga 2005 sebagai kepala sekolah Forestry & Wood Processing, di Waiariki Institute of Technology di kampung halamannya, Rotorua.

Tetapi belakangan balik lagi ke Indonesia (Riau), 2005, untuk menangani berbagai jabatan seperti pendidikan dan pengembangan, pengadaan bahan baku, serta pembibitan, sebelum akhirnya, April lalu, bergabung untuk kedua kali dengan manajemen TobaPulp.

Di kalangan karyawan kehutanan TobaPulp, “pak Ben” dikenal gemar bergabung di lokasi HTI (hutan tanaman industri), mendiskusikan secara detil segala hal yang diperlukan untuk memastikan “kebun HTI” berhasil dengan baik. Diskusi sambil makan nasi bungkus pakai ikan asin dan sambal belacan di sela-sela pohon ekaliptus (Eucalyptus sp), sering membuahkan kesimpulan strategis.

Dalam RUPS LB (rapat umum pemegang saham luar biasa) Kamis yang dihadiri segenap komisaris (Roli Arifin, Lundu Panjaitan, Sabam Leo Batubara) minus Lennardi Anggijono, dan jajaran direksi (Juanda Panjaitan, Anwar Lawden, Shin Min Tjhi, Leonard Hutabarat), para pemegang saham dan perwakilannya menyetujui secara aklamasi pengangkatan Ben menjadi Dirut baru. Rapat dan seluruh kesimpulannya juga dicatat oleh notaris. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *