4 Personil Polsekta Medan Timur Resmi Ditahan di Poldasu

bareskrimMEDAN | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, resmi menetapkan 4 personil Unit Reskrim Polsekta Medan Timur, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sebesar Rp 200 juta terhadap pasangan suami istri (Pasutri), diduga terlibat kasus narkoba.

“Sudah tersangka, sudah lebih 24 jam diperiksa, pastinya sudah ditetapkan,” ungkap Kasubbid Pengelolaan Data dan Informasi (PID) Humas Polda Sumut, AKBP.MP Nainggolan, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/11/2013), di Medan.

Selain itu, MP Nainggolan mengungkapkan keempat personil Polsekta Medan Timur ini, sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan polisi (RTP) Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sumut. “Sudah ditahan, makanya, jadi tersangka,” kata MP.Nainggolan.

Diberitakan kemarin, keempat oknum petugas Polsek Medan Timur, diketahui masing-masing berinisial, Briptu BH, Brigadir IP, Briptu MB dan Briptu MA dibawa ke Bid. Propam Poldasu, Sabtu (23/11/2013) setelah dugaan pemerasan mereka lakukan terhadap pasangan suami istri yang ditangkap atas dugaan kasus narkoba diketahui petugas Propam.

Suami istri berinisial Y dan D ditangkap pada Sabtu (23/11/2013) di Jalan Marelan Raya, Gang. Intan, Lingkungan X, Kecamatan Medan Marelan. Tetapi tidak lama kemudian keduanya dilepas setelah dimintai uang sebesar Rp 200 juta.

Sebelumnya, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol. Makmur Ginting dikonfirmasi, membenarkan pemeriksaan keempat oknum personil Polsek Medan Timur atas dugaan pemerasan. “Setelah diperiksa di Propam, kemudian diserahkan ke bagian reserse umum karena ada dugaan keempat oknum itu melakukan pemerasan,” kata dia.

Mengenai bukti pemerasan, Makmur Ginting mengatakan belum dapat memastikannya. Karena itu, sebutnya, keempatnya diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut untuk diperiksa. “Nanti akan diketahui apakah mereka benar telah melakukan pemerasan atau tidak, saksi-saksi juga akan diperiksa,” katanya menjelaskan.

Saat ini, kata Makmur Ginting, pihaknya menunggu pemeriksaan dilakukan penyidik reserse. “Jika terbukti melakukan pemerasan maka ke empat oknum polisi itu akan menjalani sidang kode etik di Propam. Sedangkan sanksi yang diberikan kepada keempat oknum polisi itu menunggu hasil sidang,” katanya mengakhiri. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *