Aset Pemprovsu Bertambah Jadi Rp 11 Triliun

bareskrimMEDAN | Pemerintah Provinsi Sumut Tahun 2013 ini memiliki aset dengan nilai berkisar Rp 11 triliun. Nilai aset itu akan terus bertambah menyusul saban tahun terjadi penambahan aset. Hal itu dikatakan Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Pemprov Sumut Safruddin Nasution, saat bertemu wartawan di kantornya, Selasa (17/12/2013).

Menurutnya, untuk tahun 2013, Pemprov Sumut akan melepas asetnya berupa kendaraan dinas sebanyak 110 unit dengan nilai aset berkisar Rp 2 milyar lebih, dengan sistem jual lelang terbatas.

“Aset Pemprov Sumut saat ini nilainya sekitar Rp 11 triliun. Setiap tahun itu akan bertambah seiring dengan tetap adanya pengadaan. Dan tahun 2013 ini kita akan melepaskan aset berupa kendaraan dinas sekitar 110 unit dengan atau berkisar Rp 2 milyar lebih dengan sistem jual lelang terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, siklus pengelolaan aset daerah sebenarnya tetap seperti biasa. Di mana tetap ada perencanaan dan pada saat tertentu jika aset dianggap tidak ekonomis lagi, maka kondisi barang akan dihapus. Itu katanya merupakan siklus tata kelola.

Disinggung terkait apakah saban tahun Pemprov Sumut melakukan penambahan aset, menurut Safruddin tidak bisa dipastikan. Sebab bisa saja dalam satu tahun terjadi penambahan dua kali atau sekali saja. “Itu mangkanya saya katakan seperti tadi (saat tertentu jika aset dianggap tidak ekonomis maka kondisi barang akan dihapus). Karena dalam satu tahun bisa dua kali (pengadaan),” ujarnya.

Menurut Safruddin, Pemprov Sumut pun saat ini memiliki dua aset bangunan eks peninggalan pemerintahan Belanda yang terletak di Jalan Hindu Medan, yakni gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dan LBH Dharma Agung. Selebihnya, bangunan-bangunan tua di kawasan tersebut dimiliki oleh Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ).

“LBH Medan dan LBH Dharma Agung mereka bermohon ke kita. Aset mereka tempati sehingga kita tidak ada benturan dengan pihak lain. Kita catatkan aset-aset itu di dalam buku aset lain-lain dan bukan di aset tetap. Selebihnya itu dibawah AIJ. Semua esk perusahaan asing sama mereka (AIJ), jadi memang sangat banyak yang mereka kelola,” ujarnya. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *