Waspadai Maraknya Perampokan di Tol Belawan

bareskrimMEDAN | Diminta kepada Kapolda Sumatera Utara segera berantas maraknya aksi perampokan yang terjadi wilayah Tol membuat resah para pengendara khususnya di wilayah Tol Belawan yang akhir-akhir ini kembali marak perampokan terhadap supir truk pengangkut CPO (Crude Palm Oil).

Demikian hal tersebut dikatakan supir truk pengakut getah karet Rudi (45) penduduk Kota Siantar dan Poniman pengangkut Crude Palm Oil (CPO) kepada wartawan, Rabu (15/1/2014), di Medan.

Dikatakan kedua supir pengangkut CPO tersebut, kejadian pembajakan tersebut pada 12 Januari 2014. 5 atau 6 orang kawanan perampok menggunakan senjata tajam dan masuk ke dalam truk dengan menodongkan senjata tajam. Sehingga supir tidak dapat berbuat apa-apa karena lokasinya di kawasan Tol Belawan-Medan-Tj Morawa tepatnya di seputaran Tol Kampung Salam Belawan.

“Kami tak dapat berbuat apa-apa, soalnya berlokasi di kawasan Tol di seputaran Tol Kampung Salam Belawan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Poniman yang didampingi Rudi juga mengatakan, kawanan perampok tersebut berhasil menggondol semua harta milik supir seperti, handphone, dompet beserta uang jalan, ban serap serta dongkrak.

Para perampok tersebut juga berbuat kasar seperti melakukan pelemparan kaca mobil jika tidak mau berhenti. Artinya memang sangat brutal sekali tindakan para perampok itu.

Rudi juga menjelaskan, tepatnya di Kampung Salam Belawan para perampok tersebut berani masuk ke truk dengan melompat sambil mengeluarkan senjata tajam dan sebagian perampoknya sudah siap-siap untuk melempar mobil truk saya apabila tidak berhenti.

Rudi mengaku sudah membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan. “Dalam hal ini kami sangat mengharapkan keseriusan pihak aparat penegak hukum khususnya Polsek KP3 Belawan. Apalagi kita ketahui jarak antara Kampung Salam dengan Polres KP3 Belawan sangat dekat,” ujar Rudi.

Sementara itu, menurut Faisal pengendara roda dua sering dirampok saat melintas di Kampung Salam. Demikian juga ada perampoknya yang menggunakan sepeda motor masuk Kampung Kurnia dengan menghadang tangki yang baru keluar dari tol.

Ditambahkan salah seorang pengendara roda dua yang juga merupakan korban perampokan, dikatakannya, ketika melaporkan ke Polres maupun Polsek apabila kerugian tidak mencapai Rp 2,5 juta maka laporan tersebut ditolak.

“Jadi bagaimana masyarakat akan melaporkan, kemana lagi. Apa gunanya Polisi yang sesuai dengan motto sebagai pengayom masyarakat. Untuk itu, Polda dalam hal ini jangan tutup mata karena masyarakat sudah merasa resah melintas melalui Tol,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *