Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi PLN Ricuh

bareskrimMEDAN | Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Flame Tube GT 12 di PT PLN sektor pembangkit Kistbu Belawan, kembali digelar. Namun kali ini sidang tidak dilakukan di Pengadilan Tipikor Medan, melainkan di lapangan tempat terjadinya perkara, Kamis (23/1/2014).

Dalam sidang lapangan ini, turut hadir tim jaksa penuntut umum, Kasipidsus Kejari Medan Jufri Nasution, 2 orang saksi ahli dan juga ke 5 terdakwa yakni General Manager PT PLN KITSBU Albert Pangaribuan, Manager Perencana Edward Silitonga, Manager Bidang Produksi Fahmi Rizal Lubis, Ketua Panitia Pengadaan Robert Manyuzar, dan Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang Ferdinan Ritonga yang didampingi masih-masing kuasa hukumnya.

Dalam sidang lapangan untuk meninjau kondisi mesin pembangkit GT 12 tersebut, sempat terjadi keributan antara pihak kuasa hukum terdakwa dengan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut.

Kericuhan itu dipicu lantaran saksi ahli yaitu Rugito Yohannes dan Rubianto, dinilai tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kuasa hukum terkait modifikasi mesin flame tube GT 12. Namun keributan ini tidak berlangsung lama setelah salah seorang majelis menenangkan keduabelah pihak.

Seperti diketahui, lima pejabat di PLN Pembangkit Sumatera Utara menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Flame Tube Gas Turbin (GT)-12 PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITBSU) Sektor Belawan Tahun Anggaran 2007 senilai Rp 23,9 miliar.

Kelima pejabat PLN itu adalah General Manager PT PLN KITSBU Albert Pangaribuan, Manager Perencana Edward Silitonga, Manager Bidang Produksi Fahmi Rizal Lubis, Ketua Panitia Pengadaan Robert Manyuzar, dan Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang Ferdinan Ritonga.

Selain itu, Manajer Senior Bidang Pengembangan Inovasi dan Kemitraan PLN Pusdiklat, Ermawan Arif Budiman juga ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Medan, setelah melakukan pengembangan.

Dalam kasus ini, Ermawan saat itu menjabat sebagai manajer Sektor Pembangkit Belawan PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU). Sebagai direksi, pengawasannya terhadap pengadaan flame tube dipertanyakan, karena barangnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya dan hancur setelah digunakan pada GT-12.

Dalam kasus ini, masih ada satu tersangka lagi yang belum diperiksa yaitu Yuni. Direktur CV Sri Makmur yang menjadi rekanan dalam pengadaan flame tube ini masih belum ditemukan dan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *