Inilah Solusi Penanganan Sinabung dari SBY

bareskrimMEDAN | Dihadapan pengungsi, Presiden SBY mengumumkan solusi penanganan bencana Sinabung dengan mengeluarkan progam jangka pendek dan menengah.

Untuk jangka pendek, SBY menyebutkan lima program yang akan dilaksanakan yaitu kelanjutan pemberian bantuan logisitik bagi para pengungsi berikut penyedian kebutuhan dasar.

“Saya percayakan BNPB dibantu kesatuan di bawah kendali BNPB dan Pemda untuk mengatasinya. Saya tidak ingin ada masalah yang dihadapi saudara-saudara di penampungan. Mereka sudah lama di penampungan, oleh karena itu berikan pelayanan sebaik-baiknya,” ujar SBY yang langsung disambut riuh tepuk tangan para pengungsi di hadapannya.

Poin kebijakan berikutnya, SBY memutuskan memberikan bea siswa anak-anak pengungsian dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. “Jangan sampai ada yang putus sekolah dan juga para mahasiswa yang berkuliah di luar Kabanjahe jangan sampai dropout,” katanya.

Selanjutnya SBY meminta kebijakan insentif memberikan pekerjaan dan upah atau “cash for work” bagi pengungsi dilanjutkkan dan ditingkatkan.

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan bagi para pengungsi yang peternakan, perkebunan, pertanian rusak. Khususnya untuk para pengungsi yang memiliki pinjaman kredit permodalan, SBY mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pemerintah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan, bagi yang memiliki pinjaman dengan bank BRI dan Bank Sumut akan dilakukan penjadwalan ulang. Mereka masih boleh meminjam kembali bahkan yang betul-betul terkena dampak, maka bunga pinjaman akan dihapuskan,” ujar Presiden.

Untuk jangka menengah, SBY mengumumkan akan ada kebijakan relokasi bagi yang bertempat di radius 3 km. Sebagaimana laporan Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho kepada presiden yang meminta pemerintah pusat membantu penyediaan hunian sementara (huntara) bagi 3.437 warga di lima desa yang ada di radius 3 km.

Pemerintah berencana memilih lokasi tidak terlalu jauh dari pemukiman dengan jarak 5-7 km dari gunung.

“Saat ini baru tersedia 15 ha, dari 25 ha yang dibutuhkan. Kalau tidak ketemu, ada wilayah yang lebih jauh, namun mengingat saran pandangan , lokasi yang lebih dekat lebih baik,” kata SBY. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *