Kota Medan dan Korsel Saling Bertukar Pelajar

bareskrimMEDAN | Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin berharap melalui program pertukaran pelajar (student exchange program), para pelajar dapat saling bertukar informasi, khususnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Hal ini tentunya sangat penting, sebab di era informasi saat ini persaingan sangat ketat.

Harapan ini disampaikan Eldin ketika menggelar jamuan makam malam dengan 16 pelajar asal Kota Gwangju, Korea Selatan di Medan Club Jalan Kartini Medan, (26/1/2014).

Jamuan makan malam ini digelar sebagai ungkapan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan yang telah dilakukan, sekaligus malam pelepasan kepada para pelajar asal Kota Gwanju setelah sepekan menjalani student exchange program di Kota Medan.

Menurut Eldin, kesepakatan global tentang perdagangan bebas juga menuntut ketersediaan tenaga kerja yang unggul, memiliki komptetensi dan mampu bekerja secara kreatif. Oleh karena itu peningkatan kompetensi mutlak dibutuhkan, salah satunya melalui program pertukaran pelajar yang tengah diselenggaarakan saat ini.

“Program pertukaran pelajar ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri para pelajar untuk bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di negara lain. Melalui program ini para pelajar akan mendapatkan motivasi dan bekal dalam mempersiapkan masa depannya. Pertukaran pelajar ini bisa menjadi modal untuk mewujudkan anak-anak yang semakin cerdas, mandiri dan mudah beradaptasi dengan para siswa dari negara-negara lain secara global,” kata Eldin.

Dijelaskan Eldin, pertukaran pelajar antara Kota Medan dengan Kota Gwangju terjalin berkat adanya Asosiasi Sister City. Kerjasama ini telah banyak memberikan manfaat dalam mendukung berbagai bidang pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Sebab, Korea Selatan selama ini terkenal sebagai negara yang cukup maju dalam bidang pendidikan.

Untuk itulah, Eldin perlu menyampaikan, Kota Medan sangat terbuka dan menyambut baik kerjasama dalam setiap bidang dengan Kota Gwangju. Tidak hanya bidang pendidikan saja, tetapi juga bidang ekonomi, kesenian, budaya dan pariwisata. Di samping itu Kota Medan selalu terbuka jika masyarakat Kota Gwangju memiliki minat untuk berinvestasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

Kabag Hubungan Kerjasama Kota Medan, Rivai Nasution dalam laporannya mengatakan, jumlah pelajar asal Kota Gwangju yang mengikuti student exchange program di Kota Medan berjumlah 16 orang ditambah 2 orang guru pendamping. Selama berada di Kota Medan, mereka tinggal bersama orang tua asuh seperti, Gatot Pujo Nugroho/ Sutias Handayani, Dzulmi Eldin/ Rita Maharani, Syaiful Bahri Lubis/ Suti Saidah Nasution dan Sony Firdaus / Lily MBA MH.

“Selama para pelajar tinggal bersama orang tua asuh, mereka dianggap sebagaik anak kandung dan anggota keluarga sendiri. Selain itu juga mereka memperoleh wawasan, pengetahuan dan pengalaman tentang Kota Medan dengan kondisi sosial, ekonomi dan adat budaya maupun kebiasaan masyarakat Kota Medan dari orang tua asuh. Hal ini tentunya menambah rasa kekeluargaan yang pada gilirannya akan meluas kepada seluruh masyarakat kedua kota,” jelas Rivai.

Selama sepekan berada di Kota Medan, ungkap Rivai, para pelajar telah melakukan kunjungan dan menggelar berbagai kegiatan yang sifatnya positif dan mendidik. Kemudian melakukan city tour ke berbagai objek wisata yang ada di Medan. Serta belajar dan mengikuti kegiatan di sekolah Syafiatul Amaliyah Medan.

Sementara itu, Mrs Choo Hee mewakili para pelajar, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas sambutan dan dukungan yang diberikan selama ke-16 siswanya mengikuti program pertukaran pelajar di Kota Medan. Diakuinya banyak pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama sepekan mengikuti program tersebut.

Selanjutnya, Choo berharap, agar hubungan sister city antara Kota Medan dan Kota Gwangju yang telah terjalin sejak tahun 1997 dapat ditingkatkan dan dikembangkan lagi. Tidak hanya kerjasama pendidikan tetapi juga di bidang lainnya.

“Pemerintah Kota Gwangju juga berharap adanya kunjungan dari warga Kota Medan untuk melihat destinasi wisata maupun aneka budaya yang ada di Kota Gwangju,” harap Choo.

Selain makan malam bersama, acara yang turut dihadiri Gubsu H Gatot Pujonugroho beserta istri juga diisi dengan penyerahan cindera mata oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Medan didampingi Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis dan Kabag Hubungan Kerjasama kepada para pelajar ala Kota Gwangju. Sebaliknya para pelajar menyerahkan tanda mata berupa permen ginseng merah kepada mantan Sekda Kota Medan tersebut. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *