Sindikat Pembuat Uang Palsu di Deliserdang Tertangkap

bareskrimMEDAN | Polisi membongkar sindikat pembuatan dan pengedar uang palsu di Batangkuis, Deliserdang. Dua pelaku ditangkap bersama ratusan lembar uang palsu.

“Kedua pelaku ditangkap sesaat setelah membelanjakan satu lembar uang kertas pecahan 100 ribu yang diduga palsu,” kata Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patrianegara di Mapolsek Batangkuis, Kamis (13/2/2014).

Dua pelaku yang ditangkap masing-masing AA alias A dan RP alias R. Mereka diringkus di warung milik Ismail Nasution di Jalan Medan-Batangkuis, sekitar Desa Bintang Meriah.

Dari tangan kedua pelaku diamankan ratusan lembar uang yang terdiri dari pecahan 100.000, 50.000, 20.000, dan 10.000 yang diduga palsu. Selain itu, diamankan pula uang tunai Rp 1 juta lebih yang diduga hasil pencucian uang.

Selain itu, turut diamankan pula 1 unit sepeda motor Yamaha Vega BK 5880 AAJ dan sebilah kunci letter T dan sepucuk airsoft gun jenis pistol.

Dalam aksinya, AA alias A dan RP alias R kerap mengedarkan uang palsu ke sejumlah kedai di kawasan Deliserdang dan Medan. Mereka membeli rokok dan benda lain yang harganya tak lebih dari Rp 30.000 untuk mendapatkan uang kembalian asli.

“Diperkirakan ada uang palsu senilai 15 juta yang sudah mereka edarkan sejak Januari,” jelas Kapolsek Batangkuis AKP Sangkot Simaremare.

Setelah menangkap AA alias A dan RP alias R, polisi terus melakukan pengembangan. Mereka menggeledah rumah milik P alias K yang diduga sebagai pelaku pembuatan uang palsu. Dari rumah yang ada di Dusun XI Pringgan Desa Kolam itu ditemukan sejumlah perangkat yang digunakan untuk mencetak uang palsu, seperti komputer, printer, kertas A4, dan tinta. Di tempat itu juga kembali ditemukan ratusan lembar uang palsu pecahan 100.000, 50.000, dan 20.000.

Bukan itu saja, polisi juga mendapati sejumlah benda yang diduga alat dan hasil kejahatan, seperti perangkat elektronik, linggis, dan pelat nomor, plastik pembungkus narkoba.

“Kita koordinasikan ke Polresta Medan, karena lokasi pembuatan uang palsu dan kejahatan lainnya diduga berada di wilayah hukum Polresta Medan,” pungkas Dicky. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *