Kurir Pembawa Methamphetamine Terancam Hukuman Mati

warga malaysiabareskrimMEDAN | Personil Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumut bersama Ditres Narkoba Poldasu masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan narkotika jenis Methamoetamine di Bandara KNIA.

Hal ini dilakukan guna mencari tahu barang haram yang dibawa dari Malaysia ini akan diberikan kepada bandarnya di Medan.

“Tersangka ini statusnya cuma kurir. Komunikasinya juga terputus dengan bandar yang ada di Medan, karena yang menghubungi itu sang bandar dan tersangka tidak mengetahui bandarnya. Berdasarkan informasi dan pengintain di Hotel Sakura Jalan HM Yamin, bandarnya juga tidak dapat kita tangkap. Tersangka merupakan jaringan narkoba Internasional,” ujarnya, Kepala CNT DJBC, Ahmad Fathoni, Jumat (14/2/2014) malam.

Dijelaskannya, saat ini tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik Ditres Narkoba Poldasu untuk pengembangan lebih lanjut.

“Tersangka akan kita kenakan pasal 113 ayat 2 uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atai hukuman mati,” katanya.

Sementara itu, tersangka KA (35) yang ditanyai mengakui baru dua kali mengantar barang haram tersebut di Indonesia. “Baru dua kali. Pertama di Jakarta dan kedua ini di Medan. Namun hubungan saya terputus dengan bandarnya di Medan,” katanya.

Seperti diketahui, Tim Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumut berhasil menggagalkan upaya penyeludupan narkotika golongan I jenis Methamphetamine

Tersangka KA (35) warga Negara Malaysia diamankan karena membawa 2.001,1 gram narkotika golongan jenis Methamphetamine dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines (MH-860) dari Kuala Lumpur-Medan, Jumat (14/2/2014) sekitar pukul 09.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *