Harga Elpiji Subsidi dan Non Subsidi di Agara Tak Sesuai HET

bareskrimKUTACANE | Masyarakat Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sangat kecewa atas tidak stabilnya harga elpiji subsidi 3 Kg. Kondisi ini tidak hanya dialami elpiji 3 Kg, maupun yang non subsidi 12 Kg harganya pun berfluktuatif.

Pantauan Mandiri di lapangan, Senin (17/2), di Pasar Kutacane, terdapat agen pengencer menjual elpiji dengan harga bervariasi yang tidak sesuai harga eceran tetap (HET) sesuai penetapan pemerintah.

Hal ini terbukti dimana harga HET yang sudah ditetapkan untuk elpiji subsidi (3 Kg) Rp 16.000, ternyata yang ditemui di pengecer menjual Rp 18.000 sampai dengan Rp 22.000/tabungnya dan untuk harga elpiji 12 Kg sebesar RP 93.900 ternyata dienceran mencapai Rp 120.000 sampai Rp 130.000/tabungnya.

Menyangkut melambungnya harga elpiji di Agara, Sektaris LSM Peduli bangsa (PB) Agara Elpiyanto Selian sangat menyesalkan tindakan agen-agen, pangkalan dan para pengencer yang menjual elpiji subsidi maupun non subsidi, tidak mengikuti HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Hal ini sangat mencekik perekonomian masyarakat menengah kebawah yang bisa dikatakan 80% menggunakan elpiji untuk memasak. Apalagi yang menggunakan elpiji itu mayoritas para pedagang kecil siap saji, seperti pedagang gorengan, mie goreng dan lain-lain.

“Saya meminta kepada agen, pangkalan dan pengencer untuk menjalankan surat keputusan dari Domestic Gas Region Manager I PT Pertamina (Persero) No KPTS 001/F00000/2014-S3 tertanggal 6 Januari 2014. Himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana Migas Aceh) menetapkan harga jual elpiji 12Kg/tabung tanggal 7 Januari 2014 untuk Aceh Tenggara Rp 93.900.

“Apabila tidak mematuhi surat edaran yang sudah dikeluarkan, maka Pertamina diharapkan untuk mencabut izin agen, pangkalan dan pengencer yang nakal,” tandas Elpiyanto. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *