Yayasan Indah Medan Gelar Capping Day

bareskrimMEDAN | Yayasan Indah Medan melakukan Capping Day (pemasangan cap) terhadap 147 mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) dan Akademi Keperawatan (Akper) angkatan XII, di Auditorium Unimed, Selasa (18/2/2014).

148 mahasiswa yang di capping day tersebut, diantaranya sebanyak 96 orang mahasiswa Akbid dan 52 mahasiswa Akper.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dr Raden Roro Siti Hartati Surjantini MKes, Pembina Yayasan Indah Medan, H Harris Sy Hasibuan SE, Ketua Yayasan Indah, Dr.M.Rizki Ramadhan Hasibuan, Direktris Akbid, Enni Yusriani Nasution, Direktur Akper Ambali Azwar Siregar SKP, Direktur RS Permata Bunda dr Syaiful Munawar Sitompul, Direktur RS Kesdam dan para dosen dan orangtua mahasiswa.

Kadis Kesehatan Sumut Dr Raden Roro Siti Hartati Surjantini MKes mengatakan, perawat dan bidan memiliki posisi penting terutama dalam pencapaian sasaran MDGs dengan cara memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan paripurna.

Berfokus pada aspek pencegahan, promosi, dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat, bersama dengan tenaga kesehatan dan senantiasa melayani siapa saja yang membutuhkannya, kapan dan dimanapun berada.

Menurut Kadis Dengan pelaksanaan capping day, berarti akan ada 2,5 tahun ke depan yang akan lulus menjadi bidan. Diharapkan setelah lulus menjadi bidan harus melakukan ujian kompetensi untuk menjadi bidan yang professional.

“Apalagi saat ini semua pelayanan kesehatan ditanggung pemerintah melalui BPJS, sehingga tenaga bidan harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil dari Kopertis Wilayah I Sumut, Solahuddin mengatakan, capping day ini merupakan bukti bahwa Yayasan Indah telah melaksanakan proses belajar dan mengajar sesuai dengan kurikulum.

Dia berharap, para mahasiswa Akbid dan Akper terus menimba ilmu pengetahuan dan prilaku yang baik sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan. Para mahasiswa Yayasanb Indah juga diharapkan mampu menjaga nama baik almamater sebagai wadah melahirkan tenaga bidan dan perawat professional yang baik dan bermoral.

Koopertis juga menghimbau kepada para dosen dan staf pengajar Yayasan Indah untuk terus mengembangkan potensi diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni S2 atau S3, karena dengan dosen dan staf pengajar yang berkualitas nantinya dapat menghasilkan lulusan yang bermutu.

Wakil Koopertis itu tidak menampik kondisi PTS (perguruan tinggi swasta) secara umum dalam tata pelaksanaan proses belajar mengajar masih ada yang belum mencapai standar mutu yang diinginkan serta kridibilitas PTS itu masih belum memuaskan.

“Untuk itu saya sarankan kepada pengelola PTS sebaiknya menerapkan sistem penjaminan mutu,” ujarnya.

Tingkatkan Kualitas

Ketua Yayasan Indah, dr M Rizki Ramadhan mengatakan, kegiatan Capping Day ini setiap tahunnya dilakukan Yayasan Indah. Moment ini sebagai pelepasan mahasiswa Akper dan Akbid untuk selanjutkan akan melakukan praktek di sejumlah rumah sakit.

“Mahasiswa Akbid dan Akper ini akan melakukan praktek pelayanan kesehatan di RSU dr Pirngadi Medan, RS Permata Bunda, Rumkit Kesdam I/BB, RS Martha Friska, RS Indah dan rumahsakit lainnya,” kata Rizki yang didampingi Direktur Akper Ambali Azwar Siregar SKP.

Selain di rumah sakit para mahasiswa juga akan, diturunkan ke sejumlah klinik persalinan yang ada di Kota Medan. “Mahasiswa Yayasan Indah Medan juga terjun langsung ke tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan, baik itu sunatan massal maupun pemasangan alat kontrasepsi, membantu persalinan dan lain sebagainya,” paparnya.

Dikatakan, sejauh ini Yayasan Indah yang telah melahirkan tenaga kesehatan yang handal, seperi bidan, perawat dan tenaga farmasi. “Untuk mahasiswa baru tahun ini, Yayasan Indah menampung sebanyak 237 mahasiswa baru, diantaranya 96 mahasiswa Akbid dan 52 Akper (yang sekarang di capping day-red) dan Akademi Farmasi (Akfar) sebanyak 89 orang mahasiswa,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas, kata Rizki Yayasan Indah terus meningkatkan SDM dosen dan tenaga pengajar lainnya, serta membangun laboratroim penelitian di bidang kesehatan. Saat ini tenaga pengajar Yayasan Indah telah memiliki seorang lulusan S3, sedang tenaga pengajar S2 sebanyak 12 orang dan yang masih melajutkan S2 sebanyak 6 orang.

Pada kesempatan itu Rizki mengatakan bahwa Yayasan Indah dalam waktu dekat akan meningkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes). “Saat ini masih dalam pengurusan di Pusat, serta pembangunan gedung Yayasan Indah Medan,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *