BKKBN Sumut | Masih Ada Perusahaan yang Belum Jalankan Program KB

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, drg Widwiono MKes (kiri) didampingi Kabid Latbang HA Sofian Rangkuti (kanan).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, drg Widwiono MKes (kiri) didampingi Kabid Latbang HA Sofian Rangkuti (kanan).

MEDAN | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumut drg Widwiono MKes, masih ada perusahaan yang belum melakukan kerjasama untuk program pelayanan KB bagi karyawannya. “Kita telah melakukan kerjasama dengan Apindo dan akan meningkatkanya. Bagi yang belum, diharapkan adanya kerjasama dari perusahaan seperti yang belum ada klinik, diharapkan juga agar diadakan,” kata Widwiono, dalam pertemuan pembahasan model model penggarapan program KB di perusahaan Provinsi Sumut, Rabu (19/2/2014), di Medan.

Acara itu dihadiri perwakilan Disnakertrans Sumut, Apindo, PTPN II, beberapa perusahaan, Biro PP dan KB, Kasubbid Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Perwakilan BKKBN Sumut Anthony SSos dan lainnya.

Menurut Widwiono, KB berkaitan juga dengan perusahaan karena karyawan sejahtera berdampak positip bagi perusahaan. “Contohnya pekerja perempuan kalau sering melahirkan atau mempunyai anak 5 tentu akan lebih sering cuti dibanding yang mempunyai 2 anak. Ini berdampak bagi perusahaan dalam kinerja karyawannya,” ujarnya.

Bagi perusahaan yang sudah memberikan pelayanan KB, sambungnya, kalau mau melakukan pelayanan yang lebih seperti Vasektomi, Tubektomi, BKKBN siap mengirim tim medis ke perusahaan yang membutuhkannya. “Kita juga siap melakukan pelatihan bidan,” katanya.

Sementara perwakilan dari PTP II Tanjung Morawa menyampaikan, fasilitas kesehatan yang ada juga memberikan pelayanan KB bagi karyawan seperti di RS Bangkatan, RS GL.Tobing dan RS Tj.Selamat.

“Selain pelayanan kesehatan juga pelayanan KB. Dianjurkan KB terutama bagi yang mau melahirkan,” ujarnya berharap BKKBN dapat membantu memberikan materi agar dapat disebarkan ke karyawan.

Kabid Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Sumut A.Sofyan Rangkuti SE MAP berharap, dengan adanya model penggarapan yang dibuat, perusahaan agar dapat melaksanakan dan lebih meningkatkan lagi pelayanan KB.

Panitia penyelenggara kegiatan Hamonangan Sijabat SE mengatakan, belum optimalnya sampai saat ini keikutsertaan perusahaan dalam pelaksanaan KB. Maka perlunya diberdayakan rumah sakit, klinik dan pelayanan kesehatan di perusahaan.

“Ini dianggap penting dan berkesinambungan karena banyak pekerja yang usia reproduksi, sehingga mereka mendapatkan akses KB dan kesehatan reproduksi dengan mudah,” ucapnya.

Untuk itu, tambahnya, perlu dilakukan pembahasan model model penggarapan KB di perusahaan, agar memberikan pelayanan KB yang terbaik.”Tujuannya meningkatkan kwantitas dan kualitas pelayanan KB,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *