Dugaan Pungli | DPRD Medan akan Panggil Kepala SMAN 3 Medan

bareskrimMEDAN | Merebaknya isu pungutan liar (pungli) di SMAN 3 Medan, tidak luput dari pantauan Komisi B DPRD Medan. Dalam waktu dekat, dewan akan memanggil Kepala SMAN 3 Medan Sahlan Daulay dan Wakasek Bidang Kesiswaan, Adi Wijaya.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Srijati Pohan mengatakan, setiap kegiatan di sekolah tidak dikenankan untuk dilakukan pungutan. Karena anggaran kegiatan sudah ada di komite sekolah. Maka perlu dipertanyakan, apakah dana komite itu tidak cukup, atau memang digunakan untuk yang lain.

“Jadi, isu pungli yang merebak di SMAN 3, pantas kita pertanyakan. Kepsek Sahlan Daulay dan Adi Wijaya, termasuk sejumlah oknum guru yang terlbiat, serta sejumlah siswa dan wali murid. Pemanggilan ini akan dibahas pada rapat dengar pendapat dewan untuk klarifikasi,” ujar Srijati kepada wartawan, Kamis (20/2/2014).

Sekarang ini, kata Srijati, banyak sekolah melakukan pengutipan terhadap siswa dengan dalih untuk meningkatkan mutu pendidikan. Setidaknya, pungutan di SMAN 3 harus dimusyawarahkan antara orangtu murid, komite, ketua OSIS, ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK).

Artinya, pengutipan yang dilakukan itu lebih transparan dan tidak ada tudingan miring terdahap Sahlan Daulay dan Adi Wijaya. Namun, bila hal ini ada siswa dan orangtua murid keberatan, berarti pengutipan itu dianggap liar. Dengan begitu, tegas Srijati, kasus tersebut akan secepatnya dituntaskan.

“Berdasarkan laporan dan pemberitaan di sejumlah media, anggota Komisi B DPRD Medan akan mlakukan sidak ke SMAN 3 Medan, untuk mempertanyakan langsung kepada siswa dan kepala sekolah maupun bidang kesiswaan, serta ketua OSIS dan ketua MPK. Supaya kasus ini lebih jelas lagi,” tandas Srijati.

Begitupun, lanjut Srijati, untuk mengagendakan pemanggilan terhadap oknum-oknum yang terlibat kasus pungli di SMAN 3 Medan akan diundang secepatnya. Supaya rapat dengar pendapat (RDP) dewan akan terungkap pungli tersebut. Jika benar adanya, diminta dinas terkait memberikan sanksi terhadap mereka.

“Kita berharap Kadisdik Medan, Marasutan Siregar segera membuktikan kinerjanya, yang baru dua minggu dilantik oleh Plt Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Apabila kasus pungli ini tidak mampu dituntaskan, maka Marasutan membiarkan pungli merebak di SMAN 3,” tutur Srijati.

Untuk itu, Srijati mendesak Plt Walikota turut ambil andil. Karena dinas terkait, hingga saat ini belum mampu menjalankan tupoksinya. Apalagi, kasus pungli tersebut sangat meresahkan orangtua dan siswa. Jadi Marasutan harus menjalankan instruksi walikota ketka dilantik mengambil supahnya.

Sebagaimana diketahui, dugaan pungli yang dilakukan Kepala SMAN 3, Sahlan Daulay dan Wakasek Adi Wijaya terhadap siswa, yakni turnamen futsal sebesar Rp225 ribu per kelas, biaya pentas seni siswa Rp30 per murid dan biaya biaya SMPTN jalur undangan dibebankan per murid sebesar Rp200 ribu, serta denda uang sampah Rp50 per siswa. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *