Kualanamu Bakal Menjadi Bandara Aerotropolis

bareskrimMEDAN | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung pengembangan Bandara Internasional Kuala Namu menjadi modern airport berkonsep bandara aerotropolis.

Konsep yang menggabungkan antara airport city dengan kawasan yang terintegrasi ini akan memberi efek berganda mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara.

“Dengan lokasi yang strategis dan areal yang masih luas Kualanamu lebih berpeluang dikembangkan menjadi bandara aerotropolis seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Untuk itu Pemprovsu akan mendukung sepenuhnya rencana PT Angkasa Pura untuk menjadikan Kualanamu sebagai model Bandara Aerotropolis di Indonesia,” ujar Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, Rabu (19/2/2014).

Gubsu mengungkapkan, pihaknya memang sudah memiliki visi pengembangan Kualanamu yang diintegrasikan dengan Pelabuhan Belawan. “Kita menginginkan Kuala Namu terintegrasi dengan Kawasan Belawan, dengan dukungan kawasan bisnis dan perumahan sehingga menjadi kota baru,” kata Gubsu.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurensius Manurung menjelaskan, Kualanamu akan dikembangkan sebagai pintu gerbang utama Indonesia dengan konsep Aerotropolis.

Menurutnya, peluang keberhasilannya lebih besar, mengingat kawasan Bandara Kuala Namu masih memungkinkan dikembangkan. Berbeda dengan Bandara Soekarno Hatta yang sulit dikembangkan karena minimnya lahan dan sudah banyaknya pembangunan dilakukan di sekitar kawasan.

“Berbeda dengan Kuala Namu yang masih memungkinkan untuk dikembangkan dengan Konsep modern airport. Kombinasi antara airport city dengan kawasan yang terintegrasi, yang menjadikan aerotroplois,” kata Manurung.

Kawasan aerotropolis ini, tambahnya, akan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian daerah. Namun untuk mewujudkan konsep Aerotropolis tersebut diperlukan disinergikan dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

Konsep pengembangan Kualanamu sebagai bandara aertropolis hendaknya masuk dalam RTRW Provinsi Sumatera Utara yang saat ini dalam proses finalisasi.

Dijelaskannya, bandara akan memberikan kontribusi 5 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) daerah. Namun apa bila dengan konsep Aerotropolis, akan memberi dampak multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian daerah sehingga dapat memberi kontribusi diperkirakan 15-30% bagi PDB daerah. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *