Penularan Pengguna Narkoba Suntik Tinggi

bareskrimMEDAN | Hasil survei yang dilakukan tahun 2011, tercatat sekitar 40 persen Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) di Medan adalah penderita HIV positif atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Manejer Proyek Global Fund (LSM yang peduli HIV/AIDS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Andi Ilham Lubis, dari jumlah itu 98 persen adalah laki-laki dan 2 persen wanita. “Hanya sekitar 1 persen yang berusia sekitar 16 sampai 19 tahun,” katanya di sela acara Pertemuan Methadone Maintenance Treatment (MMT), Kamis (20/2/2014), di Medan.

Persentase itu, sebutnya, lebih rendah dari survei yang dilakukan tahun 2007 yaitu sebeser 56 persen. Dibandingkan dengan Bandung dan Surabaya yang 50 persen, persentasenya juga lebih kecil.

Menurut Andi, perilaku beresiko penasun dapat berdampak meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS. Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) sekarang disebut dengan MMT merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS yang dilakukan oleh pemerintah dalam strategi pengurangan dampak buruk penggunaan Napza Suntik.

Sementara Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumut NG Hikmet menilai, tingginya penularan HIV di kelompok Penasun. Maka Dinkes Sumut mengajak Dinkes Medan yang memiliki Puskesmas untuk membuat layanan Metadon di Puskesmas dan adanya saran dari LSM atau penggiat HIV/AIDS seperti Galatea, Jarkon dan Cordia serta lainnya.

“Didapat data ada 254 Penasun di Medan dan baru 120 yang mendapat layanan MMT. Saat ini ada 3 layanan MMT yaitu di RSUP H Adam Malik, Rutan Tj Gusta, Puskesmas Tj Morawa Deli Serdang dan di RS Jasamen,” katanya.

Untuk itu, melalui pertemuan ini, sambungnya, dibahas rencana pembukaan layanan MMT di Puskesmas Teladan dengan harapan sisa 123 Penasun yang belum mendapatkan akses MMT akan dikejar untuk mendapatkan layanan. Termasuk juga mendapatkan Penasun yang ada diluar komunitas ataupun yang sembunyi-sembunyi.

Staf Global Fund Dinkes Sumut Erwan Nofri menambahkan, target untuk Sumut bagi Penasun yang mengakses MMT Januari sampai Juni 2013 164 orang dan didapat 152 orang. Juli sampai Desember target 171 orang dan didapat 152 orang.

“Harapannya dengan dibukanya layanan di Puskesmas Teladan adanya penambahan Penasun yang belum didapat untuk mendapatkan layanan Metadon,” katanya.

Sedangkan Koordinator Poliklinik Rutan Tanjung Gusta dr Sakti Siregar menerangkan, di Rutan ada 40 orang Penasun dan 30 orang yang memakai Metadon secara gratis, sisanya berhenti sendiri atau ditahankannya sendiri.

“Rata-rata tiap bulannya memang 30 orang, walaupun yang masuk banyak karena ada yang sudah habis masa tahanannya. Tetapi kebanyakan pasien lama. Yang penting, jangan ada kasus Penasun baru dan ODHA baru,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *