Calon Siswa Polisi Bogem Tukang Botot

bareskrimMEDAN | Belum lagi berstatus polisi 100%, sudah berlagak. Dengan semena-menanya sudah main hakim sendiri.

Itu yang ditunjukan para calon siswa polisi ini. M (17) yang baru berstatus siswa polisi di SPN Sampali bersama rekan-rekannya nekad mengkeroyok seorang tukang botot.

Yatno (26) warga Jalan Medan utara Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, terpaksa mengadukan nasibnya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Korban mengaku telah dikroyok para Calon Siswa Polisi yang tinggal di SPN (Sekolah Polisi Negara) Sampali di Jalan Bayangkara, Percut Sei Tuan, Jumat (21/2/2014) sekira jam 22.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh Sabtu (22/2/2014), kejadian yang membuat wajah tukang botot tersebut lembam, berawal saat dirinya sedang nongkrong di sebuah Playstasion (PS) yang tak jauh dari sekolah polisi tersebut.

Salah seorang teman Yatno yang merupakan oknum polisi bertugas di Dolok Sanggul sedang bermain game Playstation (PS), mengaku kehilangan dompetnya. Oknum polisi tersebut lantas menanyakan dompetnya kepada korban.

Mengetahui jika dompet orang yang dikenalnya hilang, korban pun mencoba mempertanyakan kepada seluruh pengunjung PS yang berada di lokasi tanpa terkecualipun.

Salah satunya M (17) yang merupakan Calon Siswa Polisi yang baru tinngal di SPN lantaran tengah mengenyam pendidikan, tak senang atas pertanyaan tersebut.

M yang merasa sudah menjadi polisi, langsung marah dan memaki-maki Yatno. Bahkan, dirinya juga diajak berduel. Tak ingin mencari masalah dengan calon polisi tersebut, Yanto pun meninggalkan M.

“Awalnya ada teman aku polisi juga tugas di Dolok Sanggul. Saat dia main PS, dompetnya hilang, langsung ditanyanya saya. Karena kawan dan saya kenal sama dia, langsung saya tanyalah sama pengunjung semua di situ. Tapi saat saya tanya si M (pelaku) dia langsung marah dan ngajak saya berantam. Di situ saya diami aja, langsung saya tinggal dia, ngapainlah ribut-ribut saya pikir, ” ujarnya.

Esoknya, M dan teman-temannya yang juga Calon Siswa Polisi, melihat Yatno di sekitar lokasi. Ternyata M masih tak senang dengan korban. Sehingga M dan temannya menghampiri korban dan langsung membabi buta menganiaya tukang botot tersebut.

Andi (26) salah satu teman Yatno yang melihat kejadian tersebut itu juga langsung melerai pengeroyokan tersebut dan membawa Yatno ke Polsekta Percut Sei Tuan untuk mengadukannya.

Kapolsekta Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung melalui Kanit Reskrim AKP Zulkifli Harahap membenarkan laporan tersebut. “Laporannya sudah kita terima, secepatnya akan kita proses,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *