Cegah Penyadapan | Sistem Keamanan RI harus Diperkuat

bareskrimJAKARTA | Anggota Komisi I DPR RI, M Basri Sidehabi meminta, Pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem keamanan dalam negeri guna mencegah terjadinya penyadapan.

“Kita harus perkuat sistim keamanan Indonesia secara menyeluruh dan kontra intelijen yang mumpuni,” tandas politikus Partai Golkar ini kepada wartawan, Jumat (21/2/2014).

Menurut dia, Indonesia tidak perlu terlalu protes soal penyadapan itu lebih baik mengambil langkah konkret untuk antisipasi.

“Kita tidak bisa berharap belas kasihan negara lain untuk tidak lagi menyadap Indonesia,” kata mantan inspektur jenderal TNI tersebut.

Namun, Basri tetap sepakat jika penyadapan AS dan Australia telah melanggar etika pergaulan internasional. Meski begitu, Indonesia juga harus mengetahui alasan hingga disadap oleh AS dan Australia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Canberra Times dan New York Times memuat soal bocoran dokumen rahasia dari Edward Snowden, mantan kontraktor NSA, yang kini menjadi buron AS.

Dokumen Snowden menunjukkan, dinas spionase elektronik Australia melakukan penyadapan secara massal terhadap jaringan komunikasi dan pengumpulan data yang dilakukan oleh Telkomsel. Nama Indosat juga disebut-sebut dalam laporan itu.

Sepanjang 2013, Australian Signals Directorate mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *