Rekonstruksi Pembunuhan Penguasaha Makanan Janggal

bareskrimMEDAN | Rekonstruksi pembunuhan sadis Jenni Chandra (30) yang dilaksanakan di tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Binjai Km 14,5 Sunggal Deliserdang, Senin (24/2/2014), ditemukan kejanggalan.

Rekonstruksi sebanyak 14 adegan itu tak menggelar aksi eksekusi pembantaian terhadap pengusaha distributor makanan tersebut.

“Saya bingungnya kenapa, sekarang tersangka tidak mengakui perbuatannya. Sepertinya ada kejanggalan, padahal di BAP dia mengakui perbuatannya. Ini pembunuhan sadis dan berencana pastinya pelakunya lebih dari satu orang,” ucap Hengky suami korban saat ditemui di lokasi.

Ia berharap, pelaku dapat dihukum semaksimal mungkin dan berharap kepolisian dapat mengungkap tuntas peristiwa pembunuhan istrinya tersebut.

“Saya berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya. Semua saya serahkan sama polisi dan berharap polisi dapat mengungkap pembunuhan sadis ini hingga tuntas,” katanya.

Sementara, Jaksa Dona Martinus mengatakan, akan berkoordinasi dengan juru penyidik mengenai kejanggalan tidak terteranya eksekusi korban dibunuh.

“Jadi, dari P18 dan P19 kepada penyidik, kita dari pihak jaksa meminta agar juru penyidik agar mencari dan memberikan bukti-bukti lain. Mengenai tidak adanya eksekusi tadi kita sudah berkordinasi sama juru penyidik dan bisa dilihat tadi tersangka tidak mengakui atas perbuatannya. Maka dari itu kita meminta penyidik membuktikan dan mencari unsur-unsur bukti keterlibatan tersangka,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Sunggal Kompol Eko Hartanto mengatakan, tidak ada kejanggalan dalam rekonstruksi tersebut. “Tidak ada yang janggal, ada tadi tertera masalah tersangka melakukan pembunuhan tersebut,” singkatnya.

Sekedar mengilas balik peristiwa tersebut, pembunuhan toke distributor makanan ringan tersebut terjadi, pada 9 Desember 2013 lalu. Korban dibunuh oleh pekerjanya Bambang Akbar Hutabarat dengan menggunakan besi dongkrak mobil sepanjang satu meter.

Diduga motif dari pembunuhan tersebut lantaran sakit hati karena sang majikan kerap memarahi pekerjanya itu. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *