Milad ke 57 | UMSU Harus Jadi Kampus Pencerahan

bareskrimMEDAN | Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir mengatakan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) harus menjadi kampus pecerahan bagi seluruh umat di Indonesia, terutama masyarakat Sumatera Utara.

“Setelah berada di kampus ini, maka orang malas menjadi rajin, yang belum mengerti menjadi paham, yang baik menjadi lebih baik, yang pintar menjadi lebih pintar, dan yang taat menjadi lebih taat,” kata Prof Haedar Nasir.

Berbicara pada acara Milad UMSU ke- 57 di gedung Biro Rektor UMSU, Prof Haedar Nasir mengapresiasi kemajuan luar biasa dicapai UMSU.”Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas capaian ini, ” pintanya.

Meski demikian, lanjutnya, di usai yang sudah dewasa dan matang seperti ini UMSU jangan pernah merasa puas, tingkatkan terus prestasi di berbagai aspek. “Silahturahim sesama keluarga besar UMSU jangan pernah terputus. Artinya kerjasama baik secara internal maupun eksternal terus di tingkatkan,” imbaunya.

Dia mengingatkan, capaian ini bukan karena kehebatan atau kerjas keras satu orang tapi, berkat kerja keras semua keluarga besar UMSU dan pimpinan wilayah Muhammadiyah Sumut.Semua mengakui di usia ke- 57, perkembangan UMSU luar biasa. Jumlah mahasiswanya mencapai puluhan ribu orang.

Hal ini, tambahnya, membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia, terutama warga Sumatera Utara kepada UMSU. Hal ini harus dijaga dan dipertahankan. “Kalau prestasi ini menurun karena ulah keluarga besar UMSU menciptakan masalah, maka orang itu cari perkara namanya,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Dr Agussani, menjelaskan diusianya yang ke- 57, UMSU saat ini mendidik sebanyak 22.000 lebih mahasiswa. Perkembangan UMSU demikian pesat itu tak lepas dukungan dan sumbangsih serta upaya-upaya dilakukan para pendahulu yang telah bekerja keras membangun kepercayaan masyarakat.

Dia mengakui, untuk mencapai semua ini, memang tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras. Apalagi kalau dilihat bagaimana ketatnya persaingan. Namun, seperti arahan pimpinan pusat Muhammadiyah, komitmen dan kebersamaan serta tekad yang kami bangun, akan bisa menjawab semua tantangan yang ada.

Dia mengaku bersyukur sebagai generasi penerus yang telah diberi amanah oleh senior-senior yang membangun UMSU. Di usia ke 57 UMSU tetap ekssis dalam artian untuk melaksanakan dakwah dan proses pembelajaran seluruh anak bangsa di Sumut.

Katanya, ke depan, UMSU menampilkan lulusan berbeda dengan lain dan ini akan dimulai. Salah satunya membenahi Al Islam Kemuhammadiyahan. Ini bagian dari sportivitas, solidatitas, kebersamaan dan dedikasi terhadap persyarikatan Muhammadiyah.

Disela acara perayaan puncak Milad ke-57 USU tersebut dilaksanakan penandatantangan MoU antara PP Aisyiyah dengan UMSU. Serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik Baitul Arqam Angkatan I s/d IX. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *