Parlindungan | Peserta BPJS Kesehatan harus Diutamakan

Anggota Komis A DPRD Medan, Parlindungan SH MH.
Anggota Komis A DPRD Medan, Parlindungan SH MH.

bareskrimMEDAN | Provider yang ditunjuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pesertanya.

“Jangan sampai masyarakat kecewa dengan pelayanan yang diberikan karena adanya program BPJS. Peserta BPJS harus mendapatkan posisi penting untuk diutamakan dalam diberikan layanan kesehatan,” kata Anggota DPRD Medan, Parlindungan SH MH kepada wartawan ketika dimintai komentarnya soal BPJS Kesehatan, Jumat (7/3/2014).

Seperti diketahui, pada Januari 2014, pemerintah meresmikan sekaligus meluncurkan BPJS Kesehatan. Program ini merupakan transpormasi dari PT Askes (Asuransi Kesehatan) ke BPJS Kesehatan untuk dapat meng-cover kesehatan masyarakat baik secara individu maupun yang ditanggung iurannya oleh pemerintah daerah.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, secara positif dirinya menyambut baik program BPJS Kesehatan yang diluncurkan oleh pemerintah. Namun, program BPJS Kesehatan tersebut jangan menjadi ‘buah simalamaka’ bagi pesertanya. “Harus jelas mekanisme pelayanan kesehatan yang diberikan BPJS,” ujarnya.

Artinya, lanjut Parlindungan (caleg incumbent DPRD Medan Dapil IV), BPJS Kesehatan yang telah menunjuk provider fasilitas kesehatan (faskes) diharapkan tidak lagi mengabaikan pelayanan yang paripurna.

“Provider BPJS Kesehatan, baik rumah sakit pemerintah atau swasta harus mengutamakan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS. Jangan sampai mengabaikan dan mengorbankan peserta BPJS,” jelas Parlin, sapaan akrabnya.

Caleg Dapil IV (Medan Tembung – Medan Timur – Medan Perjuangan) ini menambahkan, dalam program BPJS ini pasti lah belum sesempurna yang diharapkan oleh peserta. Sebab, program kesehatan ini baru diluncurkan oleh pemerintah.

“Pasti SDM dan sarana serta prasarana yang dibutuhkan BPJS Kesehatan masih menemukan kekurangan. Ini menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan untuk dapat menyelesaikannya baik itu secara sistem maupun mekanisme pelayanan yang akan diberikan kepada pesertanya,” ujar Parlindungan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *