Pembakaran Lahan Picu Kebakaran Hutan Agara

bareskrimKUTACANE | Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) menuai bencana. Akibatnya kemarau panjang, terjadi kebakaran hutan di Agara. Jumat (14/3/2013) malam, api sangat terang terlihat dari pergunungan Agara.

Kabit Bina Kehutanan Agara, Azanuddin Kurnia kepada wartawan melalui via handphone mengatakan, kebakaran yang melanda hutan Agara disebabkan oleh musim kemarau.

“Masyarakat kita yang membersihkan kebunnya dengan cara membakar tidak tahu efeknya kalau membakar di musim kemarau akan menyebabkan merembetnya pembakaran lahan tersebut,” katanya, Sabtu (15/3/2014)

Pihak Polisi Kehutanan (Polhut) Kabupaten Agara sudah mengirimkan surat kepada setiap camat dan untuk diperluaskan ke tingkat kepala desa meminta kepada masyarakat Agara supaya tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Dan mengintruksikan kepada seluruh Danpos Polhut yang ada di 9 pos di 16 kecamatan untuk melakukan pencegahan dan menginformasikan kepada masyarakat supaya dalam pembersihan kebun masayarakat jangan melakukan dengan cara membakaran,” ujarnya.

Sekarang sudah ada belasan titik yang hutan terbakar. “Kami berupaya melakukan pendataan wilayah hutan yang terbakar. Hasil dari pendataan nanti akan kami serahkan kepada Bupati Agara dan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Aceh,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, terlihat di seputaran Pergunungan Agara, asap kabut masih terus menyelimuti dan kemarau juga mengakibatkan air sungai yang ada di seputaran Agara sudah terlihat sangat kering. Seperti salah satu Sungai Kali Bulan, Trakpisang dan Desa Pulo Latong mulai mengering.

Kemarau juga mengakibatkan para petani gagal panen. Mahdi salah satu petani jagung mangatakan, hasil panen kurang bagus pada tahun ini diakibatkan musim kemarau.

“Pada tahun lalu hasil panen jangung kami cukup baik,dibandingkan pada tahun ini tahun ini kami jelas gagal panen dan tidak ada hasil apapun,” ujarnya. (ijal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *