Mahasiswa Diminta Pahami Problema Masyarakat

Dekan FDK IAIN Sumut Drs H Abdullah Jamil, MSi (kiri), Ketua Jurusan PMI Drs Husni Ritonga, MA dan Ketua Jurusan BPI Nisful Khairi MA menyerahkan cenderamata kepada Direktur Eksekutif JKM Dr dr Delyuzar SpPA, seusai penandatangan kerjasama, di aula IAIN-SU.
Dekan FDK IAIN Sumut Drs H Abdullah Jamil, MSi (kiri), Ketua Jurusan PMI Drs Husni Ritonga, MA dan Ketua Jurusan BPI Nisful Khairi MA menyerahkan cenderamata kepada Direktur Eksekutif JKM Dr dr Delyuzar SpPA, seusai penandatangan kerjasama, di aula IAIN-SU.

MEDAN | Dekan Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Dr H Abdullah Jamil MSi mengingatkan, para mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) harus memahami perkembangan terkini dan problema masyarakat.

“Dengan demikian mahasiswa bisa ikutserta memberikan solusi terbaik bagi problema masyarakat, termasuk persoalan di bidang kesehatan masyakat,” kata Abdullah saat membuka Studium General “Sinergitas Civitas Akademika FDK IAIN Sumut dengan Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lahir Bathin”, kemarin.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) antara Program Stdi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) FDK IAIN Sumut dengan JKM.

MoU ditandangani Dekan FDK Dr H Abdullah Jamil, MSi dan Direktur Eksekutif JKM Dr Delyuzar, SpPA (K), disaksikan Pembantu Dekan (PD) I FDK Drs Sahdin Hasibuan MA, Pembantu Dekan III Drs Rahman YZ, MPd, Ketua Jurusan PMI Drs Husni Ritonga MA, Ketua Jurusan BPI Nisful Khairi MA dan dihadiri ratusan mahasiswa.

Abdullah kembali mengingatkan para mahasiswanya, bahwa peluang kerja untuk lulusan FDK cukup luas, dan hingga kini alumni FDK IAIN SU telah diterima di berbagai bidang pekerjaan, seperti politikus, TNI/Polri, birokrat, jurnalis termasuk juga di LSM JKM.

“Upaya untuk meningkatkan lulusan FDK IAIN Sumut terus dilakukan dengan memperbanyak dosen bergelar doktor, guru besar, termasuk juga menjalin kerjasama dengan berbgai pihak luar dan memperbanyak kegiatan Studium General,” kata Abdullah.

Selain menjalin MoU dengan JKM, kata Abdullah, Prodi Kounikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Manajemen Dakwah (MD) FDK dalam waktu dekan akan menjalin kerjasama dengan Polda Sumut dan BKKBN Perwakilan Sumut.

Sementara itu, Delyuzar selaku pembicara pada studium general itu mengakui bahwa, peran alumni FDK cukup dibutuhkan dalam membangun masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera.

Sebab, membuat masyarakat sehat, bukan hanya dengan cara memperbanyak membangun rumah sakit atau menyiapkan anggaran APBN atau APBD untuk penyediaan obat-obatan, tetapi yang lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk bisa menjaga hidup sehat.

“Investasi paling jelas adalah membuat orang tidak sakit (tindakan preventif). Untuk menyampaikan hidup sehat lebih mudah lewat bahasa agama. Dan di sini peran FDK dan alumnia untuk menyampaikan informasi-informasi tentang hidup sehat,” kata dosen Fakultas Kedokteran USU ini.

Ditegaskan lagi, bahwa isu-isu tentang kesehatan bukan mesti menjadi milik petugas kesehatan, karena itu ke depan kader-kader kesehatan itu harus muncul dari FDK IAIN Sumut yang sudah memiliki pembekalan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *