Rapat Kerja Pegadaian Medan Hasilkan 7 Point Kegiatan

bareskrimMEDAN | Berdasarkan hasil rapat kerja PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, yang berlangsung 19-22 Maret 2014, ada 7 point kerangka kegiatan di tahun 2014.

Adapun ketujuh pointer tersebut, yakni Penajaman kemampuan pemahaman tentang produk oleh seluruh Pegawai/Pejabat; Pelaksanaan kegiatan pemasaran yang lebih dalam; Penajaman implementasi budaya kerja INTAN; Perbaikan penampilan gedung dan outlet; Perluasan pelayanan dengan Filian dan UPK; Pelaksanaan reward/pinishment yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan dalam bidang operasional; dan Penerapan Good corporate governance (GCG).

Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Ketut Suhardiono melalui Kepala Humas Lintong Parulian Panjaitan mengatakan, penajaman kemampuan pemahaman produk oleh karyawan perlu ditingkatkan sesuai pada PERWIL/MDN/2014 tentang peningkatan, pemahaman produk, yang harus dilakukan secara terus menerus baik oleh internal cabang unit oleh pejabat yang telah ditunjuk.

“Kegiatan pemasaran pada pasar yang tepat diarahkan kepada mutu pemasaran itu perlu dilakukan secra terukur dan sistematis dengan melihat dan menganalisis peluang yang ada untuk memasarkan produk yang tepat sehingga anggaran yang tersedia untuk pemasaran terserap dan berguna secara optimal,” katanya, Senin (24/3).

Selain itu, budaya kerja perusahaan dengan 10 perilaku INTAN harus dilakukan dan selalu di-review oleh seluruh organ dalam unit itu sendiri. Oleh sebab itu, pelaksanaan review kegiatan penajaman implementasi 10 perilaku budaya kerja INTAN seharusnya dilaporkan secara berkala.

Ditambahkannya, penampilan gedung juga perlu dilakukan sebagai salah satu daya tarik nasabah untuk terus berinteraksi dengan perusahaan. “Perlu diperhatikan penampilan unit kita baik dari sisi eksterior maupun interior, perbaikan tampilan diharapkan memberikan kenyamanan bagi nasabah walaupun strategi perubahan ini cukup hanya memberikan polesan kecil atau melakukan ulang dengan warna yang menarik sesuai logo,” jelasnya.

Pegadaian menilai, potensi pasar di wilayah Sumut dan Aceh masih sangat luas, sementara untuk membuka outlet/UPC perlu analisis yang lebih dalam tentang uji kelayakannya. “Bagi cabang yang memiliki analisa kelayakan terhadap potensi suatu wilayah, maka tahun 2014 dapat dilakukan dengan cara filial ataupun UPK,” arahan Pimwil melalui Humas.

Dalam peningkatkan kinerja di tahun 2014, juga perlu diberlakukan reward dan punish terhadap kegiatan operasional sehingga setiap individu yang memiliki prestasi dapat menikmati hasil kerja kerasnya, sementara ditempatkan pada wilayah yang potensial dan sesuai kesepakatan hal tersebut kita berlakukan di tahun 2014 ini.

Juga dibutuhkan, penerapan GCG saat ini. “Ke depan sudah merupakan kebutuhan bukan hanya sekedar kewajiban belaka, banyak tuntutan hukum, komplain nasabah, karena lemahnya penerapan GCG. Oleh sebab itu, transparansi dalam pelayanan harus dilaksanakan dan setiap kegiatan perusahaan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun sosial dan dikendalikan dengan baik,” ucapnya.(ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *