Dugaan Mark Up Suara | Panwaslu Aceh Utara Laporkan PPK ke Polisi

LHUKSEUMAWE | Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Aceh Utara, 3 Mei 2014, melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang, Muara Batu dan Dewantara ke Polres Lhokseumawe terkait dugaan penggelembungan (mark up) suara hasil pemilihan anggota legislatif (pileg) 9 April lalu di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

bareskrimApa yang dilakukan Panwaslu itu sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pileg 2014 di Aceh Utara yang menyimpulkan bahwa tiga laporan kasus dugaan penggelembungan suara di tiga kecamatan tersebut memenuhi unsur pidana.

Ketiga laporan itu masing-masing disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Aceh Utara, Ridwan Yunus SH atas tiga kecamatan itu. Laporan berikutnya oleh Anwar Sanusi, calon anggota legislatif dari Partai Aceh (caleg PA) dan Marwan Yahya, caleg PAN, yang sama-sama melaporkan dugaan markup oleh PPK Sawang.

“Setelah ada kesimpulan rapat sebelumnya, kemarin seusai mempersiapkan berkas kasus itu, kami langsung mendatangi polres untuk melaporkan kasus itu,” kata Ketua Divisi Pengawasan Panwaslu Aceh Utara, H Mansur kepada wartawan.

Bertindak sebagai pelapor dalam kasus ini adalah Ketua Panwaslu, Ismunazar. “Untuk proses selanjutnya itu kewenangan polisi. Yang jelas, kami sudah menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Mansur.

Ketua Panwaslu Aceh Utara, Ismunazar menyebutkan, pihaknya sekarang sedang mendalami kasus yang dilaporkan caleg Partai Nasional Demokrat (NasDem), Teuku Rudi Fatahul Hadi, terhadap PPK Samudera dan PPK Syamtalira Aron.

“Sedang kami dalami laporan mereka,” katanya. Namun, tak dirincikannya kasus apa yang dilaporkan caleg NasDem tersebut. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *