Akademi Komunitas Negeri Berdiri di Agara

KUTACANE | Dalam waktu dekat ini, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) akan memiliki satu perguruan tinggi lagi yaitu Akademi Komunitas Negeri Aceh Tenggara (AKNA).

bareskrimHal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tenggara, H Hasanuddin B melalui Ketua Tim Taskforce, Ir Muhammad Sragafa MPd MSi kepada wartawan, kemarin.

Dia mengatakan, sebagai wilayah yang potensial sumber daya alam pertanian, Kabupaten Aceh Tenggara harus dapat berinovasi untuk menghasilkan beragam produk dan jasa pertanian dan lingkungan, guna meningkatkan daya saing di era global serta pasar bebas terbuka.

Kondisi geograpis di Aceh Tenggara, yang terdiri dari lahan hamparan pertanian (taman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan), serta hutan yang sangat luas, (hutan lindung dan taman nasional) dengan beraneka ragam etnis, dapat terbentuknya berbagai komunitas atau kelompok individual dengan ciri khas dan karakteristiknya masing-masing dalam pengelolaan dan pemamfaatan lingkungan, maka perguruan komunitas negeri yang akan berdiri ini sudah cocok untuk daerah Agara.

Berdasarkan hal tersebut, maka Bupati Aceh Tenggara bertekad dan keinginan terhadap peningkatan kualitas dan sumber daya manusia masyarakat Aceh Tenggara, melalui pendirian Akademi Komunitas ini, sebab sangat cocok dengan wilayah daerah kita dengan keadaan alamnya.

“Saya sebagai Ketua Tim dan dibantu oleh Asisten Administrasi dan Umum Drs Sahidal Kastri Mpd, Kadis Disdikpora Agara, Drs Syahrizal MSi, sudah mempersiapkan dan syarat untuk mendidriakan perguruan tinggi Akademi Komunitas ini, sudah rampung dilakukan dan sudahpun kita sampaikan kepada Direktur kelembagaan dan kerjasama Dirjen Dikti Kemdikbud RI pada bulan September 2013 yang lalu,” katanya.

Kemudian hal, ini langsung disambut baik dengan turunnya tim dari reviewer dari Dirjen Dikti Kemdikbud RI ke Kabupaten Aceh Tenggara pada tanggal 15 April 2014 yang lalu yaitu Prof Tatang Ary Gumanti MBuss.AccD dari Universitas Negeri Jember dan Dr Iwa Sudrajat dari Dikti.

“Tujuan kedatangan mereka ke Agara, untuk melihat korelasi dan piotensi yang dipaparkan oleh tim pada proposal dengan melihat kenyataan yang dilapangan, dan dilanjutkan dengan kunjungan kelapangan calon kampus Akademi Komunitas yaitu di Balai Latihan Kerja (BLK), inilah nanti menjadi kampus sekolah,” ujar Sragafa.

Sedangkan program studi yang diusulkan adalah sesuai dengan potensi daerah yaitu Teknologi Industri Pangan, Budi Daya Ikan dan Budidaya Perkebunan dan ada beberapa program studi cadangan, yaitu Budidaya Peternakan, Konservasi Hutan, dan Pariwisata dan semua program studi adalah diploma II.

Sragafa menambahkan, hasil visitasi ini akan dievaluasi oleh Dikti dan insa allah bila tidak ada kendala maka pada bulan September 2014 ini sudah dapat menerima calon mahasiswa baru.

Kemudian masalah oprasional akademi akan ditanggung oleh Dirjen Dikti melalui kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Aceh tenggara, sedangkan untuk penyediaan tenaga dosen dan kurikulum menjadi tanggungjawab Dikti melalui perguruan tinggi Pembina dengan system Program Diluar Domisili (PDD) yang akan ditentukan oleh Dikti. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *