UMSU Dipercaya Kementerian PU Gelar Pelatihan Konstruksi

MEDAN | Program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMSU mendapat kepercayaan dari Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum mengadakan pelatihan pelaksanaan lapangan pekerjaan jalan yang berlangsung 18-23 Juni 2014 di kampus I Jl Gedung Arca Medan.

bareskrim“Atas kepercayaan itu, prodi teknik sipil selama 3 tahun kedepan selama 2 kali dalam setahun melaksanakan pelatihan sejenis yang dibiayai oleh DIPA Balai Pelatihan Konstruksi Wil I Banda Aceh, Kementerian PU,” kata Ketua Prodi Teknik Sipil FT UMSU Dr Ade Faisal MT yang juga Ketua Panitia Pelaksana kepada wartawan, Senin (23/6/2014).

Pelatihan dibuka Harto Agung Sapoetro SST, MT mewakili Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, Badan Pembinaan Konstruksi, Kementerian PU. Kegiatan tersebut ditutup Wakil Dekan III FT UMSU Khairul Umurani ST MT dan Indra Suhada ST MT mewakili Kepala Balai Pelatihan Konstruksi Wil I Banda Aceh, Kementerian PU.

Tampil sebagai pemateri diantaranya, Adi Wijaya Ph.D dari Pusdiklat Kementerian PU, Ir Ibnu S Hutomo selaku Pembina Jasa Konstruksi Sumut dan praktisi konstruksi Sekretaris Himpunan Pengembang Jasa Konstruksi (HPJI) Sumut Ir Viktor G Sinaga MSc dan Ketua Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK) Sumut Ir Murniati Pasaribu. Pelatihan itu diikuti 37 peserta terdri dari 34 mahasiswa akhir FT UMSU dan 3 orang alumni dari UMSU dan USU.

Tujuan kegiatan ini kata Ade Faisal adalah untuk menghadapi tantangan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015 agar lulusan prodi teknik sipil UMSU mampu bersaing bukan hanya dengan lulusan universitas di tanah air, tapi juga dapat bersaing dengan universitas asing yang masuk di Indonesia.

Lebih lanjut dikatakannya, prodi teknik sipil UMSU belum lama ini juga telah menandatangani kerjasama operasi (KSO) untuk pelatihan di Pekan Baru pada 16 Juni 2014 lalu. Pelatihan ini yang pertama kali dilakukan untuk tingkat universitas dan UMSU satu-satunya yang mengadakan pelatihan ini dan mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara dan tempat kegiatan.

Pelatihan ini sangat tepat karena ‘link and match’ dengan teori dan praktek di perkuliahan. Artinya, mahasiswa akhir bila telah lulus studi dapat mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat dan dunia kerja yang selama ini menjadi kendala bagi lulusan universitas.

Dari pelatihan tersebut tambah Ade Faisal penilaian kelulusan peserta terdapat 11 mahasiswa terbaik, 20 mahasiswa dinyatakan lulus dan 3 orang tidak lulus. Salah seorang peserta M Eka Satria Putra dinyatakan sebagai peserta terbaik di pelatihan tersebut.

Indra Suhada pada kesempatan itu mengatakan, pelatihan ini bermanfaat bagi peserta untuk menciptakan kemandirian mahasiswa yang berkompeten di bidang konstruksi menghadapi MEA 2015. “Karena mahasiswa yang menjadi peserta ini juga telah dibekali uji kompetensi jasa konsyruksi,” jelasnya.

Sedangkan Khairul Umurani memberikan apresiasi kepada panitia dan pelaksana kegiatan yang telah mendidik mahasiswa prodi teknik sipil UMSU dalam menghadapi persaingan global terutama menyambut MEA 2015. “Mahasiswa bisa ikut bersaing dan berkompetisi di pasar global,” tegasnya.

Pada pelatihan itu peserta juga melakukan kunjungan studi kasus pada pengaspalan jalan di pintu masuk tol Bandara Internasional Kuala Namu. Semua peserta akan mendapatkan sertifikat menjadi peserta pelatihan yang dikeluarkan Balai Pelatihan Konstruksi Wil I Banda Aceh, Kementerian PU. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *