MK Tolak Gugatan Sengketa Pemilu di Sumut

MEDAN | Gugatan yang dilakukan Leo Nababan (Caleg Partai Golkar) dan Jhony Allen Marbun (Caleg Partai Demokrat) dan sejumlah caleg yang menggugat hasil pemilu di MK kandas.

bareskrimPasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak 37 Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sengketa pemilu untuk di Sumatera Utara yang diajukan oleh sejumlah partai politik dalam sidang yang digelar di Gedung MK, Jakarta, Senin (30/6/2014).

MK hanya menerima 1 gugatan yakni melakukan rekapitulasi ulang di Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan.

“MK hanya mengabulkan permohonan untuk melakukan rekapitulasi ulang di satu kecamatan di Nias Selatan,” ujar Komisioner KPU Sumut, Evi Novida Ginting usai mengikuti sidang MK melalui selulernya.

Dikatakannya, mereka juga diperintahkan untuk melakukan proses rekapitulasi ulang tersebut dalam 10 hari kedepan. Namun demikian, mereka akan terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan KPU RI mengingat saat ini sedang berlangsung tahapan pemilu presiden. “Nanti kita konsultasikan dulu ke KPU RI,” ungkapnya.

Menurutnya, tuntutan Jhony dan Leo tidak bisa dibuktikan di MK. “Dia kan mau membuktikan bahwa suaranya hilang, namun tidak bisa dibuktikan,” jelasnya.

Diketahui, puluhan gugatan PHPU dari Sumatera Utara masuk ke MK. Permohonan tersebut diantaranya diajukan oleh sejumlah nama besar seperti Leo Nababan dan juga Jonny Allen Marbun. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *