Wagubsu | Masyarakat Melayu harus Ambil Peran dalam Pembangunan

MEDAN | Masyarakat Melayu harus mengambil peran strategis dalam pembangunan dimanapun berada. Tidak hanya peran dalam mendukung roda pembangunan, masyarakat Melayu juga harus tetap menjadi pemersatu bangsa.

Wakil Dewan Pembina PB-MABMI yang juga selaku WagubSumut, Tengku Erry Nuradi berbuka bersama dalam acara silaturahmi dengan masyarakat melayu yang digelar Pengurus Besar Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB-AMMI) di Hotel Candi, Jl. Darusalam Medan.
Wakil Dewan Pembina PB-MABMI yang juga selaku WagubSumut, Tengku Erry Nuradi berbuka bersama dalam acara silaturahmi dengan masyarakat melayu yang digelar Pengurus Besar Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB-AMMI) di Hotel Candi, Jl. Darusalam Medan.

bareskrimHarapan ini disampaikan Wagubsu, HT Erry Nuradi dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama masyarakat melayu yang digelar Pengurus Besar Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB-AMMI) di Hotel Candi, Jl. Darusalam Medan, Jumat (25/6/2014).

Hadir dalam acara terseut Ketua Harian PB MABMI H. Tengku Yose Rizal SE, Ketua Umum PB MAMBI Faizal Abdul Djalal SP, Sekretaris Dewan Pembina PB MAMBI Dody Susanto, Ketua Harian PB Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB-ISMI) Prof BAsyaruddin, perwakilan Kesultanan Deli Datok Adil Freddy, Laskar Melayu Indonesia H. Tengku Zainul Abidin, tokoh ormas Melayu dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan, eksistensi Melayu dalam menyatukan bangsa Indonesia telah teruji oleh bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia, tidak hanya menjadi bahasa persatuan, tetapi juga mampu merangkum perbedaan yang ada menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bingkai NKRI.

“Ini bukti yang menjadi semangat bagi masyarakat Melayu untuk lebih berperan lagi dalam pembangunan. Tetapi jangan berpuas diri, keberadaan masyarakat Melayu dimanapun berada, harus memberi nilai tambah di daerah masing-masing. Tak Melayu hilang di buni,” sebut Erry.

Erry juga mengajak masyarakat Melayu kembali bersatu padu dalam kebersamaan, pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli lalu. Perbedaan pandangan politik dalam dukungan, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, begitu juga ditingkatan masyarakat Melayu.

“Pandangan politik boleh beda. Tetapi perbedaan itu harus membuat kita menjadi indah. Seperti pelangi yang memiliki banyak warna. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah belah. Untuk itu, mari kita melebur dalam kebersamaan lagi,” ajak Erry.

Dalam kesempatan yang sama, atas nama Wagub Sumut dan keluarga, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

“Semoga amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini diterima Allah SWT. Semoga kita bisa bertemu pada Ramadhan tahun mendatang,” harap Erry.

Sementara Ketua Harian PB MABMI, H. Tengku Yise Rizal mengatakan, masyarakat Melayu harus mampu melestarikan adat istiadat yang menjadi salah satu kekayaan nusantara. Tidak itu saja, masyarakat Melayu juga harus mampu mengembangkan diri dalam upaya mendukung perekonimian nasional demi kesejahteraan.

“Tangan berpangku tangan. Ambil peran masing-masing dalam berbagai lini pembangunan. Bagi yang mampu dalam bidang perekonomian, teruslah memberikan pengabdiannya kepada bangsa, negara, agama dan keluarga. Begitu juga yang menguasai bidang lain, harus turun peran dan tidak sebagai penonton,” ajak Rizal.

Rizal juga memberikan semangat kepada generasi muda Melayu yang tergabung dalam organisasi, paguyuban, aliansi dan perkumpulan lainnya untuk menyatukan visi misi dalam mendukung pembangunan di daerah masing-masing.

“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi masyarakat. Itulah hendaknya seorang Melayu,” tutup Rizal. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *