Vandalisme Rugikan Pelanggan Telkom Group

MEDAN | Perbuatan vandalisme (pencurian) yang dialami Telkom Group, perusahaan telekomunikasi milik BUMN, cukup merugikan pelanggan setianya.

bareskrimAksi kriminalitas tersebut sangat rawan terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meliputi Sumatera Utara dan Aceh.

Executive General Manager (EGM) PT Telkom Divre I Sumatera, Teuku Muda Nanta mengakui, aset telekomunikasi milik Telkom dan anak perusahaannya Telkomsel sering menjadi target vandalisme di sejumlah daerah. Imbas dari pencurian aset pada site telekomunikasi tersebut bukan hanya diderita perusahaan, melainkan juga pelanggan yang merugi karena akses komunikasinya menjadi terganggu.

“Diharapkan kerjasama elemen masyarakat untuk melaporkan jika melihat adanya aksi vandalisme pada site telekomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, General ICT Operation Region Sumbagut Telkomsel, Awal R Chalik menyebutkan, sepanjang tahun 2013 terdapat 41 kasus vandalisme terhadap site Telkomsel. Kasus itu dominan terjadi di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Langkat. Kasus serupa juga terjadi di Aceh Timur.

Memasuki tahun 2014, aksi vandalisme site Telkomsel masih terjadi. “Hingga Mei 2014, sudah 9 kasus vandalisme site Telkomsel di wilayah Sumabgut. Dampak vandalisme itu sangat meresahkan bagi pelanggan, sebab di sekitar site yang mengalami gangguan akan hilang sinyal sehingga layanan Telkomsel tidak dapat digunakan,” kata Awal.

Awal menambahkan, perangkat yang diambil dari site tersebut terutama baterai dan kabel feeder. Estimasi kerugian akibat kejadian itu, rata-rata berkisar Rp 60 hingga Rp 300 juta.

“Kasus vandalisme (pencurian) site Telkomsel pada perangkat BTS (Base Transceiver Station) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) cukup meresahkan. Akibat dari pencurian site Telkomsel tersebut, terjadi gangguan telekomunikasi bagi pelanggan atau masyarakat, seperti terputus atau menghilangnya akses jaringan,” ucapnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *