Terungkap di MK | Pemilih di Nisel Menggelembung Lebih dari 100%

JAKARTA | Saksi pasangan Prabowo-Hatta untuk Provinsi Sumatera Utara, Irwansyah mengungkapkan kecurangan yang terjadi di Nias Selatan (Nisel).

bareskrimJumlah pemilih digelembungkan. Ratusan tempat pemungutan suara, jumlah pemilihnya melebihi 100%.

“Adanya temuan dan laporan yang kami terima terkait adanya pelanggaran pemungutan suara di Nias Selatan yang mulia. Itu kami dapati sesuai juga dengan rekomendasi Panwas Nias Selatan, yang rekomendasikan di 278 TPS yang tersebar di 27 kecamatan yang tidak dilaksanakan KPU Nias Selatan,” kata Irwansyah di sidang MK, Selasa (12/8/2014).

Saat rekapitulasi tingkat provinsi, mereka sudah menyampaikan keberatan tersebut. Namun tidak ditindaklanjuti oleh KPU. Irwansyah menjelaskan, rekomendasi tersebut keluar karena partisipasi pemilih yang melebihi 100%.

“Rekomenasi itu keluar karena partisipasi pemilih yang 100% bahkan lebih di beberapa TPS tersebut. Ditemukan orang-orang meninggal mencoblos juga yang mulia. Ada yang pindah domisili, namamnya double ikut mencoblos,” ungkapnya.

Di Nias Selatan, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 26.064 suara, sementara pasangan Jokowi-JK mendapatkan 171.401 suara.

Saksi Prabowo di PPK Ono Hajuga, Munawan Halawa juga mengungkapkan hal yang sama. Jumlah pemilih tetap (DPT) di TPS nya ada 116 pemilih.

Keganjilan muncul, karena di kampungnya ada 18 orang sudah merantau ke luar pulau dan ada yang sudah meninggal.

“Pertanyaan saya, kenapa bisa mayat-mayat itu bisa memilih?,” tukas Munawan. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *