2015, Wajib PAUD Tuntas di Sumatera Utara

MEDAN | Jumlah lembaga layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sumatera Utara mencapai 20 ribuan. Dengan demikian target satu desa satu PAUD sudah terpenuhi. Jadi, lembaga layanan PAUD yang pada umumnya terdapat di perkotaan dan belum menjangkau masyarakat pedesaan, bakal terpenuhi.

paud sumutKEPALA BARESKRIM“Pada 2015 target tersebut tuntas dikejar, karena pada dasarnya kita menuju kesana,” ungkap Bunda PAUD Provsu Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho usai membuka Gebyar PAUD Tingkat Provinsi Sumatera Utara 2014 di PRSU Tapian Daya Medan, Sabtu (6/9/2014).

Sutias juga menyatakan, selain ada program wajib belajar 9 tahun, ke depan juga ada wajib PAUD. Dalam upaya perluasan dan pemerataan layanan PAUD yang bermutu, masih ditemui kendala. “Meskipun berbagai kebijakan yang melandasi pentingnya PAUD telah ditetapkan, namun pada kenyataannya mutu layanannya masih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, itu disebabkan masih terbatasnya jumlah pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang sebagian besar belum memenuhi kualifikasi dan kompetensi. “Bahkan, ada guru PAUD yang berpendidikan SMP mengajar di daerah tertinggal,” ucapnya.

Untuk memenuhi Wajib PAUD itu, pihaknya telah menggelar pelatihan guru PAUD dengan materi yang diarahkan dari pusat. Selaku Bunda PAUD Provsu, Sutias melihat untuk menciptakan generasi emas pada momen 100 tahun Indonesia, mulai saat ini anak usia dini memperoleh layanan PAUD.

Pasalnya, anak-anak usia PAUD sekarang akan menjadi pemimpin di kala mereka dewasa. Anak-anak yang berhak dan wajib mengikuti layanan PAUD, kata Sutias, mulai usia 0 – 6 tahun.

Dikatakannya, taman penitipan anak juga termasuk PAUD, yang disebut pengasuhan bersama.
Sebelumnya, Penanggungjawab kegiatan Dra Hj Yulheni MPd menuturkan Gebyar PAUD dalam rangkaian Hari Anak Nasional ini diadakan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat, orangtua dan para pemangku kepentingan tentang pentingnya PAUD.

“Kegiatan ini penting untuk sosialisasi, advokasi dan edukasi kepada anggota dan masyarakat dan umum dalam pengembangan program PAUD,” kata Yulheni.

Dia melihat belum semua anak usia dini memperoleh layanan PAUD, terutama anak usia usia 2-4 tahun. Untuk itu dia menekankan pentingnya dukungan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah dalam upaya peningkatan akses dan layanan PAUD.

Yulheni yang juga Kabid PNFI dan PAUD Disdiksu ini mengakui untuk mendukung upaya pemerataan dan perluasan akses PAUD, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan di bidang PAUD, perlu diselenggarakan Gebyar PAUD tersebut bekerjasama dengan organisasi mitra.

Keberhasilan kegiatan Gebyar PAUD Tingkat Provsu 2014 mendapat apresiasi Kemendikbud melalui Direktur PAUD Pusat Dr Erman Syamsudin. “Yulheni, penanggungjawab kegiatan itu sebagai Singa Betina Indonesia. Pasalnya, Yulheni mampu mengemas kegiatan itu sehingga sosialisasi dan pengembangan PAUD di tingkat provinsi dapat terlaksana baik,” ujarnya.

Kegiatan itu dihadiri 1.500 anak-anak PAUD yang berasal dari Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Gebyar PAUD Tingkat Provinsi Sumatera Utara 2014 ini disemarakkan dengan perlombaan meliputi tari kreasi PAUD, festival menggambar, festival finger painting, serta festival gerak dan lagu.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Serdang Bedagai, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara Tahun 2014. Selain itu, Gebyar PAUD diisi dengan Rakor Bunda PAUD Provsu Tahun 2014. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *