DPP HNSI: Nelayan Pilar Perekonomian Indonesia

MEDAN | Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HNSI H Mayjend (Mar) (Purn) Yussuf Solichien Martadiningrat PhD berharap, HNSI Sumut yang baru dilantik dapat memaksimalkan kekayaan laut sesuai dengan tujuan pembentukan HNSI pada 21 Mei 1973 oleh mantan Presiden Almarhum Soeharto.

KEPALA BARESKRIM“Saat itu, Almarhum Pak Harto melihat Indonesia sebagai negara maritim. Maka nelayan adalah sebagai pilar perekonomian. Oleh karenanya untuk memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup nelayan di Indonesia maka didirikanlah organisasi yang disebut dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Yussuf, pembentukan HNSI tidak terlepas dari upaya menghilangkan stigma bahwa nelayan Indonesia itu berbadan kurus, hitam, tidak sehat dan berpendidikan. HSNI diharapkan dapat mengubah anggapan miring tersebut menjadi nelayan Indonesia berpendidikan, sehat dan sejahtera.

Dalam kesempatan yang sama, Yussuf juga mengatakan DPP saat ini sedang bekerja keras untuk memperjuangkan nasib nelayan di Indonesia. DPP ingin memperbaiki banyak hal yang belum terselesaikan terkait nelayan di Indonesia, baik dari dari segi hukum yaitu tentang perlindungan nelayan, masalah permodalan nelayan, dan subsidi BBM untuk nelayan.

“Saya berharap, pemerintah kedepan melibatkan HNSI untuk ikut dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan.

“Untuk itu, pengurus DPD Sumut yang baru dilantik agar membuka diri untuk sharing kepada pemerintah daerah,” ujar Yussuf. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *