BBM Langka | Mahasiswa Demo DPRK Agara

KUTACANE | Ratusan mahasiswa Universitas Gunung Lauser (UGL) mengadakan aksi demo seputar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Kamis (25/9/2014).

dprk agaraKEPALA BARESKRIMAksi unjukrasa damai itu dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Kantor Bupati dan DPRK Agara. Pendemo bergerak berjalan kaki dari kampus UGL pukul 11.00 WIB menuju Kantor Bupati Agara. Aspirasi kelangkaan BBM yang ingin disampaikan para mahasiswa di Kantor Bupati tak tersampaikan karena tidak ada satupun pejabat pemerintahan Agara yang menyambut kedatangan mereka.

Dengan wajah yang kesal, massa langsung berputar ara menuju kantor DPRK Agara. Kali ini, orasi mereka langsung disambut baik seluruh anggota DPRK Agara. Sempat mahasiswa membakar ban didepan kantor DPRK untuk mengapresiasikan kekesalan massa terhadap kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten agara.

Dalam aksi itu, para mahasiswa membawa bermacam poster yang bertulisan Bupati Agara jangan tutup mata, stop main mata pihak SPBU dengan pihak aparat kepolisian, turunkan harga BBM dan patokan harga/ecernya.

Dalam aksi demo mahasiswa UGL membuat tujuh tuntutan yang dibaca kepada pihak anggota DPRK Agara yang harus segera dikerjakan, yakni Menuntut pihak Pertamina untuk menindak tegas kepada pihak pengelola SPBU yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi; Menuntut pemerintah daerah agar mengeluarkan surat peraturan daerah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku; Menuntut kepada pihak keamanan/kepolisian untuk bisa mengawal BBM bersubsidi dan menindak tegas pihak SPBU yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, Menuntut pihak SPBU melakukan jam beroperasi sesuai dengan jam yang sudah diatur oleh pihak pemerintah itu sendiri; Menuntut kepada pemerintahan untuk melakukan penertiban kepada mobil yang berplat merah/mobil dinas agar membeli BBM yang non subsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku; Nenuntut agar pemerintah untuk mengeluarkan surat peraturan daerah tentang jam beroprasi SPBU; dan Jika tuntutan tidak diindahkan kami akan melakukan penyegelan terhadap SPBU yang ada di aceh tenggara. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *