Keluarga Korban Pencabulan Ngamuk di Kantor Polisi

MEDAN | Suasana di gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Medan, Selasa (30/9/2014), mendadak ricuh. Pasalnya, keluarga korban pencabulan mengamuk lantaran laporannya tidak diindahkan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).

KEPALA BARESKRIM“Suah tiga bulan lalu kasus ini kami laporkan, tapi pelaku masih bebas berkeliaran,” kata salah seorang kerabat korban, Nita.

Dijelaskannya, korban Bunga (15) warga Kecamatan Medan Timur dihamili oleh pelaku Ibnu Hanafi (22) yang tak lain adalah tetangganya.

“Korban hamil empat bulan dan pelaku tidak mau bertanggungjawab. Pelaku juga masih bebas berkeliaran dan lewat lewat di depan rumah kami bersama cewek lain,” jelasnya.

Keluarga korban juga mengaku kesal saat menindaklanjutin laporan ini ke Polresta Medan dan mendapat jawaban kalau berkas laporan sudah hilang.

“Kesal kami, minta laporan ditindaklanjuti tapi juru periksanya bilang berkasnya hilang. Apakah memang begini yang dinamakan Polisi siap melayani masyarakat,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *