AJI Tolak Jurnalis Berstatus PNS

LANGSA | Organisasi kewartawanan yang bernaung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menolak tegas kehadiran para jurnalis berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk masuk menjadi anggotanya.

KEPALA BARESKRIMKecuali yang bersangkutan, bekerja untuk lembaga penyiaran public, sebagaimanayang tertuang dalam aturan organisasi AJI.

Demikian dijelaskan oleh Korwil (Korordinator Wilayah) AJI Sumatera, Syofiardi Bachyul dalam pertemuannya dengan puluhan anggota AJI persiapan Kota Langsa, kemarin.

Dikatakannya, visi organisasi AJI mewujudkan kebebasan pers, professional dan sejahtera dengan menjunjung tinggi azas demokrasi. Selain itu, memperjuangkan kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan bertanggungjawab.

Dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan media dan mengembangkan demokrasi keberagaman serta memperjuangkan isu perempuan dan minoritas melalui media, memperjuangkan hak jurnalis dan pers perempuan, terlibat dalam pemberantasan korupsi, ketidakadilan dan kemiskinan.

“Kita berharap kepada seluruh insan Jurnalis harus mampu untuk selalu berupaya meningkatkan profesionalisme jurnalisnya dalam melaksanakan tugasnya dimanapun berada,” papar Syofiardi Bachyul.

Selain itu, Korwil AJI tersebut juga memaparkan mengenai anggaran rumah tangga organisasinya yang disahkan pada Kongres di Makassar tahun 2011. Anggota AJI adalah jurnalis ya ng telah memenuhi syarat profesional dan independen yang bekerja untuk media massa cetak, radio, televisi dan online.

“Kita harapkan AJI di Kota Langsa yang akan dikukuhkan di Bukit Tinggi nantinya, dapat sudah memenuhi kuota dengan jumlah 20 orang lebih,” timpal dia.

Dalam laporan AJI, sebelumnya Pembentukan Organisasi AJI di wilayah Pemerintahan Kota Langsa sudah empat tahun yang lalu kepengurusanya dirintis dan belum disahkan, dikarenakan tidak cukup anggotanya. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *