Wagub Sumut Apresiasi Mobil Listrik Mahasiswa USU

MEDAN | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan apresiasi dan rasa bangga terhadap kreatifitas mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara (USU) yang sukses merancang mobil bertenaga listrik.

Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menyaksikan mobil listrik buatan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro USU.
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menyaksikan mobil listrik buatan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro USU.

KEPALA BARESKRIMMobil tersebut diharapkan menjadi solusi alat transportasi yang dapat menjawab tantangan krisis BBM di masa mendatang.

Harapan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi saat launcing mobil listrik sekaligus pelantikan Ikatan Mahasiswa Fakultas Teknik Elektro (IMTE) USU di aula Fakultas Teknik USU, (4/10/2014).

Erry menyatakan, kehadiran mobil listrik karya mahasiswa Fakultas Teknik USU yang diberi nama Evet USU merupakan bentuk dukungan mahasiswa terhadap Program Mobil Listrik Nasional (Molina).

Keberadaan mobil Evet USU harus terus dikembangkan untuk menjadi alat transporsasi masyarakat, karena menggunakan energy alternatif dan menjadi solusi dari ancaman krisis BBM di masa mendatang. Mobil Evet USU juga ramah lingkungan yang dapat menekan pencemaran udara.

“Asap kendaraan menyumbang hampir 40 persen pencemaran udara di Kota Medan. Jika mobil Evet USU sukses dikembangkan menjadi kendaraan masyarakat umum, tentu tidak lagi tergantung dengan BBM. Manfaat lainnya, pencemaran lingkungan akibat asap kendaraan dapat dikurangi secara perlahan,” ujar Erry.

Tidak lupa Erry yang juga selaku Ketua Umum Ikatan Mahasiswa (IKA) USU Komisariat Daerah (Komda) Sumut berpesan kepada mahasiswa Fakultak Teknik Elektro USU untuk bersinergi dengan alumni dalam mengembangkan mobil Evet USU.

Kerjasama antara mahasiswa dan alumni diyakini akan menciptakan kekuatan dalam merealisasikan mobil Evet USU menjadi sarana kendaraan umum.

“Hingga saat ini alumni USU tercatat mencapai 150 ribu orang yang tersebar disejumlah kota di Indonesia. Bahkan beberapa diantaranya menetap di sejumlah negara. Jalin kerjasama untuk mengembangkan mobil Evet USU ini,” saran Erry.

Secara khusus, Erry juga berpesan kepada mahasiswa untuk mengubah paradigma “meminta” menjadi paradigma “memberi”. Paradigma “memberi” dan bekerjasama diyakini akan meningkatkan prestasi ditengah kekurangan yang ada.

“Sekitar 30 tahun yang lalu, USU masih mempunyai banyak keterbatasan, tapi mampu menempati posisi 5 bersar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Tetapi saat ini kualitias USU menurun menjadi peringkat 17 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Bahkan USU kini di bawah sejumlah universitas swasta. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. USU harus bergerak menuju masa jaya,” sebut Erry.

Mobil listrik Evet USU sendiri merupakan karya mahasiswa yang tergabung dalam Tim Asatama. Rencananya, Evet USU akan mengikuti kontes mobil hemat energy Indonesia dalam ajang Energy Marathon Challenge (EMC) 2014 di Surabaya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *