Penyitaan Kayu Ilegal di Palas ‘Tebang Pilih’

PAWAS | Berkat informasi dari Pers dan LSM, jajaran Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan penyitaan terhadap kayu Ileggal di Desa Siadam tepatnya di bantaran Sungai Batang Lubu Kecamatan Batang Lubu Sutam, (20/10/2014).

ilegal loggingKEPALA BARESKRIMPenangkapan dilakukan tim dari Dishut Palas dipimpin langsung oleh Kadis Thamrin Harahap SP, dengan kawalan oknum Polsek Sosa Hamdani dan 6 orang anggota termasuk Polisi Kehutanan dan TKS Dishut.

Namun sangat disayangkan, Kepala Dinas Kehutanan diduga ‘main mata’ dengan pemilik kayu sebelum dilakukan penangkapan.

Sebelum dilakukan penangkapan, salah seorang oknum Dinas Kehutanan telah berada di lokasi tumpukan kayu illegal di bantaran sungai dan melihat jelas kayu sedang dimuat kedalam truk cold diesel, sebagian lainnya termasuk Kepala Dinas sedang melakukan negosiasi bersama para pemilik kayu di salah satu rumah makan di Desa Siadam.

Setelah bernego, kayu illegal jenis log, balok petak dan kayu jenis panel dibiarkan dibawa untuk disembunyikan. Hanya sebagian tumpukan kecil kayu saja yang disisakan sebagai hasil tangkapan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kadis Kehutanan Palas Bathin SP meminta untuk menjelaskannya di kantor. Ketika ditanya mengenai mengapa hanya sebahagian dari kayu ilegal itu saja yang diangkat, dengan bernada marah Kadis mengatakan demi keamanan.

“Demi keamanan kami, kalau tidak kalian saja yang menangkap. Kami juga memikirkan keamanan kami lah,” ujar Kadis.

Sangat disayangkan alasan seorang Kepala Dinas Kehutanan dengan dikawal tim Polisi Kehutanan juga polisi dari Polsek Sosa berdalih ‘demi keamanan’, seakan-akan Dinas Kehutanan Palas telah menerima ‘upeti’ dari para cukong kayu untuk memuluskan penyeludupannya.

Di tempat terpisah, Iskandar Bocis mewakili tim LSM dan Pers yang melakukan investigasi sehari sebelumnya menjelaskan, mereka sudah turun ke lokasi dan melaporkan hasil temuan beberapa tumpukan kayu log, kayu panel dan balok petak di beberapa lokasi di pinarik.

“Kami sudah ke Pinarik, disana ada kayu log, kayu petak dan kayu jenis panel. Kami menginformasikan ke Dinas Kehutanan untuk dilakukan penangkapan. Kecewanya malah yang angkat hanya kayu yang panjangnya 2 sampai 3 meter, itupun semacam kayu sortiran,” kesalnya.

Dijumpai di kantornya, Kadis Kehutanan Thamrin Harahap SP tidak ada dikantor, saat dihubungi handphone yang bersangkutan tidak aktif. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *