Kopertis Alokasikan Kuota Bidik Misi 425 Mahasiswa Tak Mampu

MEDAN | Kuota bidik misi 2014 di lingkungan Kopertis Wilayah I Sumut tercatat sebanyak 425 orang yang tersebar di 60 PTS. Jumlah tersebut diharapkan akan bertambah pada APBN-P mendatang.

KEPALA BARESKRIM“Beasiswa bidik misi tersebut diterima langsung oleh mahasiswa tersebut melalui rekening bank,” kata Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, kemarin.

Menurut Dian, penyaluran program bidik misi itu sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan kepada calon mahasiswa yang tidak mampu, tetapi memiliki prestasi akademik.

Dian mengaku pada tahun 2015 mendatang, pihaknya belum tahu ba­gaimana bentuk penyaluran beasiswa ke­pada mahasiswa miskin dan berprestasi, karena pemerintahannya juga telah berganti.

Dengan adanya program bidik misi dari pemerintah itu, diakui sangat membantu bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi. Karenanya diharapkan program beasiswa sejenis ini masih berlanjut, namun masih menunggu petunjuk berikutnya.

Dijelaskannya, proses penyaluran beasiswa bagi mahasiswa penerima bidik misi juga dilakukan evaluasi per­kembangan akademiknya setiap semester.

Dari ke 60 PTS penerima beasiswa tersebut terdiri 11 untuk universitas, 17 sekolah tinggi, 2 institut, 1 politeknik dan 29 akademik yang dananya bersumber dari APBN.

“Sedangkan penetapan bagi penerima bantuan bidik misi itu merupakan otonomi pihak PTS,” ungkap Dian.

Dengan program bidik misi itu, ka­tanya, selain memutuskan mata rantai kemiskinan itu juga memberikan ke­sempatan kepada siswa yang memiliki akademik baik untuk belajar di perguruan tinggi.

“Pada proses penyalurannya, pe­merintah mengirim langsung ke masing-ma­sing PTS penerima bantuan bidik misi.

Namun setiap semester, PTS yang tersebut harus melapor ke kopertis tentang kemajuan akademis dan indeks prestasi mahasiswa penerima bidik misi,” demikian ungkapnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *