Kapal KM Misra Terbakar di Perairan Ulim

MEUREUDU | Kapal Motor (KM) Misra, Minggu (7/12/2014), terbakar di perairan Ulim. Akibatnya, tiga nelayan terbakar. Salah satu nelayan yang mengalami luka bakar cukup parah adalah Marlis (38) yang juga nakhoda boat naas itu dan kini dirawat di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli.

KEPALA BARESKRIMKetiga korban yang sempat dijilati api adalah, Marlis (38) warga Gampong Bueng, Kecamatan Ulim, M Jamil (45) dan M Isa Beuransah (58) yang keduanya merupakan warga Gampong Mesjid Ulim Baroh, Kecamatan Ulim.

“Marlis selaku nakhoda boat mengalami luka bakar sangat parah dan kini dalam perawatan di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli,” sebut Panglima Laot Lhok, Pidie Jaya, A Hamid Husein kepada Serambi, Minggu (7/12).

Selanjutnya M Jamil dan M Isa, selaku pemilik boat, mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuh dan juga dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Meureudu.

Menurut A Hamid Husein, insiden itu terjadi saat ketiga nelayan itu hendak berlabuh dengan jarak 5 mil dari kuala Ulim, tiba-tiba saja api mulai terpercik dari bagian mesin.

Namun, kata Panglima Laot itu mengaku, belum dapat memastikan dari mana sumber api, apakah dari busi atau konslet dari kabel mesin.

Masih untung musibah yang dialami boat KM Misra itu cepat diketahui boat nelayan lainnya yang berada di perairan tersebut. Melihat api yang membumbung tinggi di laut, sejumlah boat segera merapat dan menolong Marlis Cs yang telah mengapung-apung dilaut.

Boat KM Misra ludes terbakar bersama peralatan penangkapan ikan. Kata A Hamid Husein, ketiga nelayan itu segera diangkut ke darat dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakir.

“Musibah yang dialami nelayan ini telah kami laporkan ke Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pijay dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta,” ujar Panglima Laot Lhok Pidie itu, seraya mengharapkan agar pemerintah membantu nelayan yang ditimpa musibah tersebut. (srb/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *