UN 2015 Masih Tetap Digelar

MEDAN | Kurikulum 2013 yang menjadi kontroversi pasca diberhentikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, ujian nasional (UN) juga mendapat perhatian dan kajian keberlanjutan dan reposisi UN.

KEPALA BARESKRIMMeskipun demikian, UN pada 2015 ini masih tetap akan digelar di Indonesia, Bahkan peraturan tentang proses pelak­sanaannya juga telah diterbitkan dengan Permendikbud Nomor 144 tahun 2014 tentang UN 2015.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs Masri mengaku, UN masih akan dilaksanakan pada 2015 ini, sambil menunggu hasil kajian tersebut untuk mencari titik temu antara dua sisi pelaksanaan UN.

“Dari hasil pertemuan dengan Mendik­bud dan para kepala dinas pendidikan se Indonesia beberapa waktu lalu, memang ada pembahasan tentang UN, namun porsinya tidak banyak tapi lebih difokuskan ke kurikulum 2013,” kata Masri di kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan.

Menurutnya, pelaksanaan UN 2015 masih menunggu petunjuk teknis dan keluarnya prosedur operasional standar (POS) UN. Saat ini yang sudah ada Permendikbud tentang UN.

Dijelaskannya, ada yang baru dalam Permendikbud nomor 144 tahun 2014, yakni perhitungan Nilai Akhir (NA) yang diperoleh dari 50% Nilai Sekolah/Madrasah (NS/NM) dan 50% nilai Ujian Nasional (UN).

Dalam Permendikbud juga menye­butkan tentang kriteria kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah/kejuruan untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai sekolah/madrasah/kejuruan yang diperoleh dari gabungan rata-rata nilai rapor dengan bobot 70% dan nilai ujian sekolah/madrasah/kejuruan dengan bobot 30%.

Sedangkan kriteria kelulusan peserta didik untuk UN SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C adalah NA setiap mata pelajaran yang diuji nasionalkan paling rendah 4,0 dan rata-rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5.

Dengan demikian NA merupakan gabungan nilai sekolah/madrasah/kejuruan dan nilai UN dengan bobot 50% Nilai S/M/PK dan 50% Nilai UN.
“Dengan kata lain bobot kedua nilai tersebut sama. Hal ini berbeda dengan bobot nilai tahun lalu yang perbandingan bobot nilai sekolah dan nilai UN adalah 40%:60% (Permendikbud 97 tahun 2013),” ungkap Masri.

Terkait pelaksanaan UN, diakui Masri belum ditentukan. Namun biasanya jadwal akan dikeluarkan melalui POS UN yang menyebutkan UN SMA/SMK akan dilaksanakan April 2015 dan UN SMP pada Mei 2015. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *