Polda Sumut ‘Awasi’ Oknum Pejabat di Aceh

MEDAN | Kasus peredaran narkoba yang melibatkan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur berinisial Ismail SAg, disinyalir juga melibatkan beberapa oknum pejabat di Aceh.

KEPALA BARESKRIMPolresta Medan yang menangani kasus ini, mulai meningkatkan pengintaian untuk meringkus target terbarunya, baik di Aceh maupun di Sumatera Utara (Sumut).

Keseriusan polisi mengusut kasus peredaran sabu-sabu 1 kilogram ini terindikasi dari dibentuknya tim khusus. Tim yang terdiri atas gabungan personel Polresta Medan dan Polda Sumut ini bahkan sudah berada di Aceh.

Mereka diinstruksikan mengawasi oknum-oknum pejabat, termasuk politisi di Aceh yang diduga menjadi pelanggan tetap Ismail dalam bisnis sabu-sabu.

Hal itu diungkapkan seorang perwira berpangkat Kombes di Polda Sumut. Ia memastikan bahwa kasus ini dimonitor secara intensif oleh Kapolda Sumut, Irjen Eko Hadi Sutedjo.

“Nggak bisa dilepas kasus ini. Sudah Pak Kapolda langsung yang memerintahkan sikat habis!” ujar perwira tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan saat dihubungi wartawan di Medan, kemarin.

Berdasarkan laporan penyidikan yang diterimanya, ternyata Ismail sudah cukup dikenal oleh para pecandu narkoba dari kalangan papan atas, baik di Aceh maupun di Medan.

Kini tim khusus bentukan Polda Sumut mencurigai beberapa pejabat, baik di Aceh maupun di Sumut, sebagai pelanggan tetap Ismail. “Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat ada lagi yang ditangkap,” ujarnya.

Perwira yang menduduki jabatan strategis di Polda Sumut ini menilai bantahan yang sempat dilontarkan Ismail beberapa waktu lalu mengenai identitasnya maupun ia seolah dijebak, secara perlahan sudah ditepis oleh mekanisme penyidikan. Sabu-sabu yang disita dari tangannya dipastikan dia bawa dari Aceh. Namun, polisi masih mengusut sumber barang terlarang itu, karena tidak tertutup kemungkinan didatangkan dari luar negeri ataupun diproduksi di Aceh.

Pemeriksaan Ismail bersama dua temannya yang dilakukan di Polresta Medan memang sangat tertutup. Kapolresta Medan maupun Kasat Resnarkoba yang ditemui beberapa kali enggan memberikan pernyataan terkait kasus ini.

Mereka meminta semua pihak sabar menunggu karena pengusutannya sedang dalam proses pengembangan. “Sabar dulu Mas, sedang kita kembangkan,” kata Kompol Dony Alexander, Kasat Resnarkoba Polresta Medan.

Sebagaimana diberitakan dua pekan lalu, Ismail SAg ditangkap bersama dua temannya saat bertransaksi sabu-sabu 1 kilogram dengan aparat kepolisian Medan yang menyamar sebagai pembeli di Sunggal, Deliserdang, Sumut, Senin (7/12).

Awalnya, ia hanya mengaku sebagai PNS Kemenag di Aceh dan membantah sebagai Ketua KIP Aceh Timur. Namun, setelah polisi memiliki bukti kuat tentang jabatannya itu, ia pun tak bisa lagi berkelit.

Namun, Ismail sempat menyatakan bahwa ia dijebak, sehingga terseret ke dalam kasus narkoba tersebut. Pihak keluarga Ismail pun saat menghubungi Serambi tadi malam masih menyatakan bahwa Ketua KIP Aceh Timur itu dijebak. (srb/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *