Jokowi harus Hati-hati Pilih Calon Kapolri

JAKARTA | Presiden Jokowi harus hati-hati dalam memilih calon Kapolri, pengganti Jenderal Sutarman.

KEPALA BARESKRIM“Pilihlah figur yang bersih dari masalah baik hukum maupun etika. Jangan malah yang berkasus apalagi rekening gendut. Kami yakin banyak jenderal yang berhati lurus dan bersih di negeri ini,” kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman, di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Kali ini, lanjut Boyamin, Maki tidak main-main. Apabila Presiden Jokowi benar-benar memilih figur yang tersangkut rekening gendut, Maki tak segan untuk mempraperadilan-kan keputusan tersebut. “Apabila Kapolri yang akan datang tersangkut rekening gendut maka kami akan praperadilan-kan,” tegasnya.

Dalam proses pemilihan Kapolri, lanjutnya, komitmen Jokowi sebagai tokoh revolusi mental dipertaruhkan. Apabila, Presiden tidak konsisten maka tingkat kepercayaan rakyat bakal semakin melorot.

Lalu siapakah yang dimaksud jenderal berekening gendut itu? Masih menurut Boyamin, Mabes Polri telah menerima LHA sejumlah perwira dari PPATK. Dalam laporan tersebut terkuak sejumlah transaksi atau rekening berjumlah besar alias gendut yang mencurigakan.

Ada salah satu nama yang mencuat yakni Komjen Budi Gunawan yang sekarang menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri.

Kabarnya, mantan ajudan Megawati ini, masuk nominasi calon Kapolri. Bisa jadi, Megawati juga turun gunung untuk memuluskan langkah jenderal asal Surakarta ini. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *