Dewan Rekom Pencopotan Kadisdik Medan

MEDAN | Ada yang hal menarik saat rapat di Komisi B DPRD Medan, Selasa (13/1/2015). Ketika Ketua Komisi B, Irsal Fikri menyoroti buruknya kinerja Kadis Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan serta menyebutkan akan merekomendasikan pencopotan Marasutan sebagai Kadisdik, tampak sekretaris Dinas Pendidikan Drs Ramlan Tarigan tersenyum sipu.

KEPALA BARESKRIMHal demikian menggambarkan dalam satu Dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemko Medan banyak terjadi ketidakharmonisan antara atasan dan bawahan.

Sehingga anggota dewan di komisi B pun sangat menyayangkan hal demikian dan terbukti persoalan yang mau dibahas tidak diketahui sekretaris Disdik. Malah Ramlan berkilah surat pengaduan para guru tidak sampai ke mejanya.

Pernyataan Ketua Komisi B Irsal Fikri cukup beralasaan karena setiap Kadisdik Medan Marasutan dipanggil ke DPRD Medan untuk RDP, Marasutan tidak pernah hadir. Termasuk masalah pengaduan guru terkait Kepala UPT Medan Amplas, Marasutan hanya mengutus Sekretaris. Padahal, agenda tersebut dianggap penting dan sudah berlarut larut.

Menurut Irsal Fikri, pihaknya akan segera merekomendasikan pencopotan Marasutan sebagai Kadis Pendidikan Medan karena terbukti melecehkan/tidak mengindahkan undangan DPRD Medan.

Marasutan dinilai tidak koperatif dan selalu menghindar saat komisi B melakukan pemanggilan.

Ramlan menuturkan, surat pengaduan para guru tidak ada sampai ke mejanya sehingga tidak dapat memberikan tanggapan lebih. “Pengaduan itu belum sampai ke meja saya, jadi saya belum tahu persis. Kalau pengaduan itu ada sama saya, mungkin persoalan ini tidak akan sampai ke dewan, saya bisa menyelesaikan,” ujar Ramlan.

Mendengar punuturan Ramlan, anggota komisi B Mulia Asri Rambe angkat bicara dan sangat menyesalkan pernyataan Ramlan yang menjawab dengan sederhana dan terkesan sepele. “Seharusnya sekretaris dan Kadis harus singkron. Ada apa di Disdik Medan,” terang Rambe.

Sementara itu, anggota dewan lainnya, Antan Panggabean menyarankan agar diberikan kesempatan dulu kepada Sekretaris Ramlan mempelajari persoalan. “Kita berikan aja dulu kesempatan kepada Ramlan untuk mempelajarinya,” sebut Antan.

Sedangkan Bahrumsyah mengakatakan, agar Walikota Medan dapat menyikapi masalah tersebut dengan serius. “Walikota Medan supaya mengambil tindakan tegas bagi yang terbukti menyalah,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *