Sahala Tampubolon Diharapkan Maju Balon Bupati Tobasa 2015-2020

TOBASA | Maju mundurnya suatu pembangunan dalam suatu daerah ditentukan oleh leadershid seorang kepala daerah. Kepala Daerah harus mampu mengorganisir potensi aparatur yang ada di kabupaten Toba Samosir.

KEPALA BARESKRIMBerlin Marpaung kepada wartawan di kota Balige, (21/1/2015), mengatakan, masyarakat Toba Samosir saat ini, mengharapkan figur Balon Bupati seharusnya berasal dari birokrasi, hal ini dikatakannya mengingat sistem birokrasi di kabupaten Toba Samosir sudah ambural.

“Bisa kita lihat sendiri pembangunan Kabupaten Toba Samosir di tangan Pemimpin yang basicnya bukan orang birokrasi,“ ucapnya seraya mengatakan, agar Balon Bupati yang akan bertarung pada pesta demokasi tahun ini benar benar ingin memajukan Kabupaten Toba Samosir dan bukan mementingkan kepentingan sendiri atau golongan.

Ketika ditanya, siapa saja Balon Bupati yang sedang muncul dimata masyarakat, Berlin Marpaung yang juga aktifis Merah Putih Nusantara, menjelaskan, “Darwin Siagian, Poltak Sitorus, Jainur Manurung, Viktor Siahaan,” ucapnya.

Namun dari keempat balon tersebut, lanjut berlin, belum ada satupun yang mengena di hati masyarakat. “Kita sudah mendengar ditengah tengah masyarakat, bahwa balon bupati yang mempromosikan diri rata rata orang yang basicnya dari pengusaha, padahal yang diinginkan masyarakat harusnya dari birokrasi,” ucapnya.

Menurutnya, Drs Sahala Tampubolon merupakan figure yang cocok memimpin Toba Samosir ke depan. Penilaian ini berdasarkan survey yang dilakukannya di beberapa kecamatan. “Kecamatan Ajibata, Kecamatan Tampahan, Kecamatan lumban julu, Pintu Pohan Meranti bahkan Kecamatan Balige, masyarakatnya mengharapkan Bapak Drs Sahala Tampubolan agar mencalonkan diri sebagai Bupati Toba Samosir periode 2015-2020,” ucapnya.

Hal yang sama juga terdengar dari beberapa Pegawai Negeri Spil ( PNS ) di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir. “Kami mengharapakan bapak Sahala Tampubolon bisa memimpin kembali di Kabupaten Toba Samosir,” cetus salah satu PNS yang bertugas di sekretariat daerah.

Menurut PNS yang enggan disebut namanya, Drs Sahala Tampubolon selama memimpin (2000-2005) di Kabupaten Toba Samosir bisa mengorganisir seluruh aparatur yang ada.

“Manusia tidak ada yang sempurna, namun selama pak Sahala memimpin, kami lebih nyaman bekerja, apalagi masa masa kepemimpinan bapak itu pekerjaan sangat berat, mengingat Tobasa waktu itu masih baru lahir,” ucapnya seraya mengatakan, agar Drs Sahala Tampubolon ikut bertarung pada pesta demokrasi tahun ini. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *