31 Januari | LPCR Muhammadiyah Sumut Adakan Rakorwil

MEDAN | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera melalui Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) 31 Januari sampai 1 Februari 2015 di Asrama Haji Medan.

KEPALA BARESKRIMRakorwil akan dibuka oleh Ketua LPCR PP Muhammadiyah yakni Dr Phil Ahmad Norma Permata, MA.

“Rakorwil LPCR diselenggarakan guna mengefektifan kinerja Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara,” kata Ketua LPCR PW Muhammadiyah Sumut, Drs Ahmad Hosen Hutagalung MA kepada wartawan, Selasa (27/1/2015), di Medan.

Hadir pada acara itu Pimpinan Daerah se-Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Muhammadiyah Se-Sumatera Utara serta Lembaga Pusat Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LP3M) UMSU dan Pusat Studi Islam dan Muhammadiyah (PSIM) UMSU.

Kegiatan ini juga diawali penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPCR PW Muhammadiyah Sumut dengan UMSU, UMTS dan Sekolah Tingggi Muhammadiyah se-Sumatera Utara.

Ahmad Hosen Hutagalung menjelaskan, posisi paling tangguh di Muhammadiyah adalah PTM dan yang paling rawan adalah Cabang dan Ranting, sehingga strategi yang paling jitu membangun peradaban utama yang bercorak Muhammadiyah yaitu dengan kiat “besar bersama persyarikatan” dengan memanfaatkan keunggulan PTM dan bergandeng erat dengan Cabang dan Ranting dimana akar rumput anggota persyarikatan berada.

Menyikapi hal tersebut, LPCR PW Muhammadiyah Sumut akan menterjemahkan MoU LPCR Pusat dengan Majelis Pendidikan Tinggi, agar PTM di Sumut lebih bersemangat dalam mengembangkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Drs Mulayadi S, selaku Sekretaris LPCR PW Muhammadiyah Sumatera Utara menambahi, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Cabang dan Ranting setiap PDM seluruh Provinsi Sumatera Utara.

Dalam rakorwil ini akan dibahas mengenai pola koordinasi LPCR PWM dan LPCR Daerah juga PTM, khususnya LP3M dan PSIM UMSU dalam meneliti, mensurvai, mencari akar persoalan yang terjadi di Cabang dan Ranting.

Selanjutnya, mendata Cabang dan Ranting yang terkendala dalam berbagai permasalahan dari mulai kurangnya komunakasi, amal usaha, jumlah anggota sampai kepada sosial ekonomi anggota gerakan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *