ORANGTUA JADI SAHABAT REMAJA

Oleh : Juli Maini Sitepu, SPsi, MA

Sekarang para orangtua banyak mengeluh perihal perilaku remaja yang tidak sesuai dengan keinginan orangtua.

Orangtua menganggap remaja jaman sekarang sudah tidak seperti mereka jaman dahulu yang santun, sopan, penurut, dan mereka menganggap bahwasanya jaman modern seperti sekarang ini sudah merusak generasi, padahal semua perilaku-perilaku yang tidak sesuai tersebut tidak semuanya kesalahan remaja tersebut.

Sebelum kita mengkaji lebih jauh mengenai perilaku remaja saat ini, coba kita ingat Pesan Umar Bin Khathab “ didiklah anak-anakmu karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu”.

Dari pesan tersebut tersirat bahwasanya betapa pentingnya pola asuh orangtua yang tepat dalam membentuk karakter anak dalam menghadapi zaman dimana ia berada.

Pada zaman sekarang orangtua dituntut untuk mengerti perubahan zaman, hal ini berarti oragtua dituntut untuk menyelami bagaimana kehidupan anak-anak zaman sekarang, hal-hal apa saja yang diinginkan anak dan apa saja yang tidak diinginkan anak, trend apa yang sedang berkembang dan sebagainya, bukan berarti orangtua membiarkan anak begitu saja dan menuruti semua kemauan anak tanpa ada filter sedikitpun.

Dari pesan Umar Bin Khatab tersebut bisa kita ambil makna bahwasanya orangtua tidak hanya menjadi orangtua, akan tetapi orangtua harus mampu menjadi sahabat bagi anak. layaknya seorang sahabat, orangtua harus mampu menjadi teman curhat, tidak gaptek (gagap teknologi) tau perkembangan remaja-remaja jaman sekarang dan sebagainya, dan hal ini tidak semua orangtua mampu melakukannya. Bagaimana sebagai orangtua kita bisa menjadi sahabat bagi anak yang beranjak remaja?.

Untuk bisa menjadi sahabat bagi mereka, terlebih dahulu orangtua harus mampu mengenal tahap perkembangan sianak, apakah si anak masih dalam tahap masa kanak-kanak atau sudah memasuki masa remaja, sebab, banyak orangtua menganggap anaknya masih anak-anak sehingga memperlakukan anaknya seperti mereka masih kanak-kanak, padahal sianak sudah memasuki masa remaja.

Setelah mengetahui tahap perkembangan yang sedang dilalui sianak, maka orangtua juga harus tahu karakteristik pada tahap yang sedang dilalui sianak seperti apa.

Misalnya pada saat anak memasuki masa remaja, maka orangtua harus mengetahui karakteristiknya seperti emosi tidak stabil, mencari identitas, ingin diperhatikan, masa eksplorasi dan eksperimen seksual, masa pembangkang dsb.

Saat anak memasuki masa remaja, kehidupannya sudah tidak seperti anak-anak lagi, dan anak juga sudah tidak mau dianggap seperti anak-anak. Disatu sisi anak yang memasuki masa remaja ingin dianggap dewasa, dan disatu sisi mereka juga takut akan tanggungjawab atas perbuatan yang mereka lakukan.

Layaknya sahabat yang selalu mempu menjadi teman disegala kondisi, orangtua harus mampu mengerti dan memahami kapan anak mengalami masalah dan kapan tidak.

Orangtua harus mampu menggali berbagai macam informasi dari anak, perihal apa saja kegiatan yang dilakukannya dan siapa saja temannya tanpa ada rasa takut saat bercerita. Buatlah anak percaya pada orangtuanya sendiri dan buat mereka merasa nyaman bercerita.

Saat anak sudah percaya dan merasa nyaman pada orangtuanya sendiri, maka dengan sendirinya akan mengalir hubungan yang hangat antara oragtua dan anak layaknya sahabat dan tak ada salahnya orangtua juga tau dan sesekali mengikuti kegiatan yang sering mereka lakukan.

Pada saat anak merasa orangtuanya adalah sahabatnya yang mengerti dan selalu ada kapanpun mereka butuhkan maka dengan sendirinya anak akan menganggap bahwasanya orangtua mereka bukan hanya sebagai orangtua saja tapi juga sebagai sahabat yang bisa diandalkan.

Saat anak sudah memiliki kepercayaan pada orangtuanya, maka orangtua akan mudah membentuk karakter anak seperti yang mereka inginkan. Dengan sendirinya anak akan patuh dan menghormati orangtua mereka sendiri tanpa ada pembangkangan. Anak akan merasa segan kalau mereka melakukan sesuatu perbuatan yang tidak baik.

Kesimpulan
Untuk membentuk karakter anak dengan tepat sesuai jaman yang mereka lalui, terlebih dahulu harus mengetahui karakteristik masa remaja yag sedang mereka lalui seperti emosi yang tidak stabil, masa mencari identitas, masa eksplorasi & eksperimen seksual dan masa pembangkang setelah itu menciptakan komunikasi yang baik dan kenyamanan bagi remaja layaknya SAHABAT.

(Penulis Adalah Dosen FAI UMSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *