Fun Eco RidingTour Mio M3 di ITM

MEDAN | Kegiatan Mio M3 Challenge di Institut Teknologi Medan (ITM) mendapatkan respon positif dari lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya.

Rasa kagum dan makin mengenal Mio M3 seperti yang saat ini terjadi dimana motor itu makin diburu konsumen yang kepincut performance, warna, teknologi Blue Core dan iritnya 60 % karena dilengkapi Eco Indicator.

“Bahkan di Desember 2014 Mio M3 yang terjual 54.209 unit menjadi tipe terlaris Yamaha di bulan itu dan sukses mendongkrak penjualan,” beber Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Selain uji ketahanan Mio M3 125 nyala 30 hari nonstop di ITM juga diadakan di 10 kampus seperti, Institut Teknologi Nasional (ITENAS/Bandung), Universitas Udayana (Bali), Universitas Kristen Duta Wacana (Yogyakarta), Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin)
Universitas Muhammadiyah Malang (Malang), Universitas Pancasila (Jakarta), Universitas Pakuan (Bogor), Universitas Kristen Satya Wacana (Semarang) dan Universitas Panca Sakti (Tegal).

dikatakan Masykur, salah satu fitur yang disematkan di Mio M3 125 adalah adanya fitur ECO Riding. Fitur ini bekerja dengan baik ketika berjalan dalam rentan kecepatan 20-60 kpj serta membuka dan menutup gas dengan perlahan tanpa dibetot alias agresif memainkan gas.

Bahan pada saat berkendara dalam kondisi Eco yang berarti konsumsi bahan bakar semakin irit maka sinyal lampu Eco yang berwarna hijau di speedometer akan menyala, semakin lama dan sering sinyal Eco ini menyala maka semakin irit pula konsumsi bahan bakarnya.

Untuk membuktikan fungsi Eco yang sebenarnya, Yamaha mengadakan ”Mio M3 Fun Eco Riding City Touring” bersama para awak media. Touring Fun Eco Riding Mio M3 sendiri bermaksud memperlihatkan fungsi Eco Indicator bukan hanya untuk indikasi keiritan semata, namun ada fungsi lain yaitu sebagai pengingat bahwa berkendara secara Eco Riding juga berarti berkendara secara nyaman dan aman, dan pastinya bisa menyenangkan.

Terbukti dengan berkendara secara Eco Riding mengikuti Eco Indicator, pengendara motor menjadi tidak ugal-ugalan di jalan dan mengutamakan kemanan dan kenyamanan antar sesama pengguna jalan.

“Kita sama-sama membuktikan bahwa berkendara secara Eco Riding dapat sangat menyenangkan. Manfaat yang didapat selain pemakaian bahan bakar lebih irit, faktor keamanan dan kenyamanan pengendara dan pengguna jalan lainnya juga diperhatikan,” katanya.

Sementara Rektor ITM Prof Dr Ilmi Abdullah MSc, kegiatan ini akan bermanfaat bagi mahasiswa serta menambah wawasan keilmuan di bidang teknik otomotif khususnya sepeda motor jenis Yamaha Mio M3 di kampus.

Apalagi, tambah Rektor, ITM kini memiliki bengkel sepeda motor sebagai tempat praktek siswa SMK jurusan otomotif yang diperbantukan mahasiswa dan dunia usaha. Sehingga diharapkan program ini dapat berkelanjutan dengan penjajakan kerjasama yang lebih baik kedepannya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *