Polda Sumut Ungkap Peredaran Uang Dollar AS Palsu

MEDAN | Petugas Subdit II/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, berhasil mengungkap peredaran mata uang Dollar AS palsu dalam penggerebekan di Hotel Garuda Jalan Sisingamangaraja Medan, kemarin.

KEPALA BARESKRIMdollTiga tersangka diamankan berikut barang bukti 2.888 lembar pecahan 100 US Dollar, atau senilai 288.800 US Dollar dengan nilai sekira Rp 3,5 Miliar (kurs 1 US Dollar Rp 12.000).

“Ketiga tersangka tertangkap tangan saat mengedarkan uang Dollar AS itu. Mereka menjual per blok senilai 100 Ribu US Dollar palsu seharga Rp 2 Juta sampai Rp 8 Juta,” jelas Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Helfi Assegaf, Senin (16/2/2014).

Namun, Polda Sumut belum bersedia membeberkan lokasi pembuatan uang Dollar AS palsu tersebut, karena masih dalam proses pengembangan.

Ketiga tersangka yang ditangkap mengaku sebagai pengedar, sedangkan uang Dollar AS palsu diperoleh dari seseorang berinisial DJ yang berdomisili di Aceh.

“Saat ini pemasoknya masih dalam penyelidikan, termasuk lokasi pembuatannya,” katanya.

Dalam pemeriksaan di Subdit II/Cyber Crime, ketiga tersangka mengatakan sudah pernah berhasil menjual uang Dollar palsu itu. “Ya,
mereka mengatakan pernah berhasil menjual tiga blok senilai 300 Ribu US Dollar kepada warga negara Malaysia, di kota Binjai seharga Rp 10 Juta,” beber Haydar.

Para tersangka mengaku sudah tiga bulan menawarkan uang Dollar AS palsu itu kepada rekan-rekannya di Binjai, Langkat, Pematangsiantar, Medan dan Riau, Pekanbaru. Sekira dua bulan lalu menjualnya kepada
Robert, warga negara Malaysia.

Kata Haydar, ketiganya berinisial AW, SE dan SF, warga Binjai. Mereka mengatakan, memperoleh uang Dollar AS palsu dengan membelinya Rp 2
juta per blok (100 Ribu US Dollar) kepada DJ.

Ketiga tersangka dijerat pasal 244 subs pasal 245 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *