Otak Pelaku Penganiaya Jurnalis Masih Berkeliaran

*Korban Diancam Culik
MEDAN | Hingga kini, Polsek Medan Labuhan belum ‘mampu’ menangkap otak pelaku atau dalang penyerangan dan penganiayaan jurnalis di Medan Labuhan.

Pelaku yang diduga preman suruhan dan seorang oknum aparat kabarnya masih bebas berkeliaran. Padahal, kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan dengan LP: 384/II/2015/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan mendesak polisi dalam hal ini Polsek Medan Labuhan untuk segera menangkap otak pelaku penganiaya jurnalis yang dialami Muhammad Darwinsyah Purba, Redaktur Tabloid Sumut Berita.

“Tangkap otak pelaku penyerangan tersebut serta mengungkap motif penyerangan dan pengrusakan Kantor Perwakilan “Sumut Berita” Biro Medan Utara,” cetus Agoez Perdana, selaku Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan, Senin (9/3/2015).

Agoez menambahkan, pelaku penyerangan dan pengrusakan tersebut dapat dijerat dengan pasal berlapis menurut KUHPidana dan UU Pers No 40 Tahun 1999.

“Dalam kasus ini polisi bisa menjerat pelaku dengan pasal berlapis, meliputi ketentuan pidana Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto Pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999 dengan ancaman penjara 2 (dua) tahun atau denda Rp500 juta; serta pasal 351 KUHPidana tentang Tindak Pidana Penganiayaan,” ujarnya.

Sementara, menurut pengakuan korban M Darwinsyah Purba, pasca penyerangan dan penganiayaan tersebut hingga kini dirinya bersama keluarga mengungsikan diri karena ada ancaman melalui via seluler terhadap dirinya.

“Saya dapat ancaman mau dikirim peti mati ke rumah saya dengan contact person 081261556122 dengan nada kasar dan akan menculik diri saya. Oleh sebab itu, saya harus mengamankan keluarga saya ke tempat yang lebih aman dan saya sangat menyayangkan pihak Polsek Labuhan sangat lambat menangani kasus ini,” paparnya kepada wartawan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *